koranindopos.com – Jakarta. Dalam upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pengembangan desa ekspor. Kerja sama ini bertujuan untuk membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa agar dapat menembus pasar ekspor.
Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap mengajak UMKM binaan Kemendes PDT untuk berpartisipasi dalam berbagai program ekspor yang telah disiapkan. Program-program tersebut mencakup pelatihan ekspor, fasilitasi business matching, hingga pendampingan dalam memenuhi standar internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa desa-desa yang memiliki potensi ekspor mendapatkan pendampingan yang tepat. Kemendag akan menyediakan akses ke pasar internasional serta membantu UMKM desa dalam meningkatkan daya saing produk mereka,” ujar Budi Santoso.
Senada dengan itu, Mendes PDT Yandri Susanto menyatakan bahwa desa memiliki potensi besar dalam sektor ekspor, terutama di bidang pertanian, kerajinan tangan, serta produk-produk olahan berbasis sumber daya lokal. Oleh karena itu, kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan kapasitas dan akses pasar bagi pelaku usaha desa.
“Kami menargetkan ribuan desa dapat menjadi desa ekspor dalam beberapa tahun ke depan. Dengan dukungan Kemendag, kami optimistis produk-produk unggulan desa bisa lebih mudah memasuki pasar global,” jelas Yandri Susanto.
Sebagai langkah awal, kedua kementerian akan melakukan pemetaan terhadap desa-desa potensial dan memberikan pendampingan teknis agar mereka siap memenuhi permintaan pasar internasional. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan ekonomi pedesaan dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa.(dhil)










