Senin, 29 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Uya Kuya Kritik Dokter yang Jadi Pemasar Produk Kesehatan, Soroti Peran IDI dalam Etika Profesi

Editor : Akula oleh Editor : Akula
7 Maret 2025
in Kesehatan
A A
0
Uya Kuya Kritik Dokter yang Jadi Pemasar Produk Kesehatan, Soroti Peran IDI dalam Etika Profesi
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta.  Fenomena dokter yang semakin sering mempromosikan produk kesehatan di media sosial mendapat sorotan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Uya Kuya. Ia menilai bahwa peran dokter seharusnya berfokus pada pelayanan kesehatan, bukan menjadi pemasar obat atau produk medis tertentu.

Dalam pernyataannya, Uya juga menyoroti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dinilai perlu lebih tegas dalam menjaga etika profesi tenaga medis.

Melalui unggahan di akun Instagram @fraksipan_dprri dan @king_uyakuya, Uya menyampaikan kritiknya terkait pengawasan IDI terhadap dokter yang ikut memasarkan produk kesehatan.

IMG 20250307 132932 - Uya Kuya Kritik Dokter yang Jadi Pemasar Produk Kesehatan, Soroti Peran IDI dalam Etika Profesi

Artikel Terkait

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

“Kalau IDI ingin jadi mitra strategis pemerintah, harus menjalankan tugasnya dengan baik. Saya sering mendapat aduan pasien yang merasa jadi korban malpraktik, tapi tidak ada tindakan dari IDI,” ujar Uya Kuya.

Tren dokter yang merangkap sebagai influencer memang semakin marak, terutama dengan berkembangnya platform digital. Beberapa dokter menggunakan popularitasnya untuk mempromosikan obat, suplemen, hingga perawatan medis tertentu. Hal ini menimbulkan perdebatan, karena dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas dokter dalam memberikan rekomendasi kepada pasien.

IDI sendiri telah menegaskan bahwa dokter tidak boleh mempromosikan produk kesehatan dengan cara yang dapat menyesatkan atau bertentangan dengan kode etik kedokteran. Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI, Djoko Widyarto, juga menegaskan bahwa dokter yang melanggar aturan tersebut bisa dikenai sanksi.

Namun, masih muncul pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan IDI terhadap praktik ini. Kritik terhadap lemahnya tindakan IDI dalam menangani dugaan pelanggaran kode etik semakin banyak disuarakan, termasuk oleh Uya Kuya. Ia berharap IDI lebih transparan dan tegas dalam menjalankan fungsinya agar profesi dokter tetap terjaga dari kepentingan komersial yang bisa merugikan pasien.

Di tengah kondisi ini, masyarakat juga diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi terkait kesehatan, terutama yang disampaikan oleh tenaga medis di media sosial. Edukasi kesehatan yang benar dan berlandaskan etika profesi harus tetap menjadi prioritas utama dalam dunia medis.

 

Topik: IDIUya kuya

TerkaitBerita

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban
Kesehatan

Ancaman Penyakit Saluran Cerna Meningkat, EMDIC Hadir Sebagai Solusi Total Kaum Urban

oleh Editor : Akula
26 Juni 2026
Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat
Kesehatan

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung
Kesehatan

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026
Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis
Kesehatan

Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis

oleh Editor : Affandy
20 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Weidenmann Urban X Willy Winarko Ajak Generasi Muda Hargai Proses Lewat “Humble Steps, Steady Growth”

Weidenmann Urban X Willy Winarko Ajak Generasi Muda Hargai Proses Lewat “Humble Steps, Steady Growth”

29 Juni 2026
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Pembawaan US$350.000 Tanpa Izin, Nilainya Capai Rp6,3 Miliar

29 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Program E20, Bahlil: Indonesia Butuh 4 Juta KL Etanol untuk Kurangi Impor BBM

Pemerintah Siapkan Program E20, Bahlil: Indonesia Butuh 4 Juta KL Etanol untuk Kurangi Impor BBM

29 Juni 2026
Bocoran iPhone 18: Disebut Bakal Usung RAM 9 GB, Apple Dikabarkan Fokus pada Optimalisasi Performa

Bocoran iPhone 18: Disebut Bakal Usung RAM 9 GB, Apple Dikabarkan Fokus pada Optimalisasi Performa

29 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3622 shares
    Share 1449 Tweet 906
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup dan Mati

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya