koranindopos.com – Jakarta, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., menyatakan harapannya agar Paus Leo XIV mampu melanjutkan perjuangan sosial yang telah dirintis oleh pendahulunya, Paus Fransiskus. Ia menilai, Paus baru menunjukkan komitmen kuat terhadap isu-isu kemiskinan dan ketidakadilan sosial, terutama bagi kelompok marjinal.
Harapan itu disampaikan Mgr. Antonius merespons homili pertama Paus Leo XIV dalam Misa di Kapel Sistina, Vatikan, Jumat (9/5/2025). Dalam homili tersebut, Paus mengajak seluruh Kardinal untuk menyatukan visi dan misi guna menjawab tantangan sosial dunia saat ini.
“Dan itu persis dengan apa yang disampaikan oleh Paus Fransiskus: untuk mencapai tujuan harus berjalan bersama-sama, tidak bisa dilakukan sendirian,” ujar Mgr. Antonius seperti dikutip dari laman resmi RRI, Sabtu (10/5/2025).
Mgr. Antonius menyoroti sikap kesederhanaan dan kerendahan hati yang telah ditunjukkan oleh Paus Leo XIV sejak awal kepemimpinannya. Ia menilai, meski kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus tetap ingin tampil sebagai pribadi yang dekat dengan umat.
“Di hadapan umat dirinya seorang Uskup, bersama umat dirinya seorang Katolik,” ucapnya, menekankan pendekatan inklusif dan kolektif yang diusung Paus Leo XIV dalam kepemimpinannya.
Sebagai mantan Uskup yang aktif di Peru, Paus Leo XIV telah dikenal memiliki perhatian besar terhadap kaum terpinggirkan, termasuk para migran. Hal ini, menurut Mgr. Antonius, menjadi pertanda bahwa Gereja Katolik akan terus menyuarakan suara kenabian—mendorong perdamaian, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada mereka yang paling membutuhkan.
“Harapannya, Gereja akan terus menjadi suara bagi yang tak bersuara dan membela hak mereka yang lemah di tengah tantangan dunia modern,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang rendah hati, Mgr. Antonius optimis Paus Leo XIV dapat membawa Gereja Katolik melanjutkan peran aktifnya dalam membangun dunia yang lebih adil dan damai. (hai)










