Minggu, 28 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Perpusnas Tampilkan Keanekaragaman Budaya Lewat Sembilan Buku Karya Anak Bangsa

Editor : Akula oleh Editor : Akula
16 Juni 2025
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Perpusnas Tampilkan Keanekaragaman Budaya Lewat Sembilan Buku Karya Anak Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta.  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) merangkul kembali kekayaan budaya lokal Indonesia lewat peluncuran sembilan buku bertema kearifan lokal yang dihasilkan dari program Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) 2024. Inisiatif ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap keunikan budaya daerah, tetapi juga strategi untuk menanamkan nilai literasi yang berakar pada identitas bangsa.

Buku-buku tersebut lahir dari proses kolaboratif lintas daerah, dengan masing-masing mewakili satu lokus yang menggambarkan karakter lokal yang kuat, seperti Aceh, Kalimantan Tengah, hingga Banten. Tak hanya menyoroti warisan budaya yang nyaris terlupakan, karya-karya ini juga menjadi ruang ekspresi bagi para penulis lokal, pelajar, hingga pustakawan, yang ingin menyuarakan cerita dan nilai luhur dari komunitasnya sendiri.

“Penulis memiliki peran penting dalam memperkaya wacana intelektual masyarakat dan menciptakan ruang diskusi yang kritis,” ujar Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, dalam acara peluncuran yang digelar secara daring dan luring pada Senin (16/6/2025). Ia menekankan bahwa menulis bukan sekadar kegiatan ekspresi, melainkan alat untuk membentuk pemikiran dan identitas bangsa.

Program ILPN, menurut Joko, menjadi jembatan yang mempertemukan pelatihan intensif, mentoring dari praktisi berpengalaman, dan fasilitas penerbitan digital dalam satu ekosistem yang mendukung penulis-penulis baru. “Kami ingin menciptakan ruang tumbuh yang inklusif dan berkelanjutan bagi para pegiat literasi di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Artikel Terkait

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

Dengan tema Menulis Demi Generasi Literat, ILPN tahun ini berhasil mendorong lahirnya sembilan buku dengan nuansa lokal yang kental. Tahun depan, fokus program akan bergeser ke empat kota utama—Medan, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya—yang akan menjadi pusat pengembangan literasi selanjutnya. “Kami percaya, setiap daerah punya kisah yang layak untuk ditulis dan dibagikan kepada dunia,” tambah Joko.

IMG 20250616 WA0042 scaled - Perpusnas Tampilkan Keanekaragaman Budaya Lewat Sembilan Buku Karya Anak Bangsa

Peluncuran ILPN 2024 ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional bertajuk Redefinisi Kepustakawanan Indonesia, yang menyoroti transformasi peran pustakawan di tengah era digital. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas, Edi Wiyono, memperkenalkan konsep Trisula Pustakawan, yakni peran pustakawan sebagai penjaga, pencipta, dan penyebar pengetahuan. “Pustakawan saat ini harus aktif menyaring informasi yang kredibel dan ikut serta dalam membentuk literasi publik,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjadi pustakawan masa kini memerlukan perpaduan antara keterampilan teknis, kemampuan interpersonal, serta pemahaman etika profesi yang mendalam. “Pustakawan tidak bisa hanya duduk di balik meja katalog. Mereka harus hadir sebagai sumber inspirasi pengetahuan,” katanya.

Pandangan kritis juga disampaikan oleh Lydia Christiani, dosen Ilmu Perpustakaan dari Universitas Diponegoro. Ia mengajak para pustakawan untuk memahami dimensi filosofis dari profesinya. “Librarianship bukan sekadar kegiatan teknis. Ia mencerminkan kualitas dan semangat kolaboratif dalam menjaga peradaban,” ujarnya. Ia juga menyinggung pentingnya keseimbangan antara kemampuan dan motivasi dalam menjalankan tugas pustakawan agar tidak terjebak dalam rutinitas yang kering makna.

Sementara itu, dari perspektif akademik, Rusdan Kamil dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut memberikan sorotan terhadap tantangan pustakawan muda, khususnya generasi Z yang sedang memasuki dunia kerja. Ia menyoroti buku Cerita tentang Pustakawan dan Kepustakawanan (CPTK) karya Blasius Sudarsono sebagai bacaan yang penting untuk memahami makna dan arah profesi pustakawan. “Buku ini menyentuh kegelisahan dan harapan para pustakawan muda. Ia menjadi refleksi penting di tengah ketidakpastian dunia kerja hari ini,” katanya.

Mengutip data BPS 2023, generasi Z yang mendominasi 27,94 persen populasi Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal ketersediaan pekerjaan. Banyak di antara mereka yang mempertanyakan relevansi profesi yang mereka tekuni, termasuk dalam bidang kepustakawanan. “Apakah profesi ini menjanjikan masa depan yang stabil? Apakah saya akan tetap di sini sepuluh tahun lagi?” ungkap Rusdan, mengilustrasikan keresahan yang kerap muncul.

Melalui ILPN dan peluncuran karya-karya ini, Perpusnas menggarisbawahi misi besarnya untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat produksi pengetahuan, bukan sekadar tempat penyimpanan. Dengan memperkuat budaya menulis yang berbasis lokal dan memberdayakan peran pustakawan sebagai agen perubahan, Indonesia diharapkan mampu membangun masa depan literasi yang inklusif, kritis, dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

 

Topik: ILPN 2024literasiPerpusnas

TerkaitBerita

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat
Nasional

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

oleh Editor : Affandy
27 Juni 2026
Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026
Nasional

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
BMH Yogyakarta
Nasional

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

oleh Editor : Hairul
26 Juni 2026
Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi
Pendidikan

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Samsat Keliling

Memudahkan Warga, Ini Jadwal Terbaru dan Syarat Samsat Keliling Kota Depok 2026

28 Juni 2026
SAPA FANS: Icha Yang tampil di acara Jember Meraih Mimpi yang diselenggarakan Pemkab Jember, Jawa Timur. (Foto: Dok./Icha Yang)

Icha Yang Pulang Kampung Langsung Manggung

27 Juni 2026
Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

27 Juni 2026
Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3605 shares
    Share 1442 Tweet 901
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya