Koranindopos.com, Jakarta – Film Children of Heaven versi Indonesia akhirnya bersiap hadir di bioskop mulai 27 Mei 2026. Proyek yang digarap MD Pictures ini mencoba membawa kembali kisah sederhana tentang dua saudara yang harus berbagi sepatu demi tetap bisa bersekolah.
Cerita yang pertama kali dipopulerkan oleh Majid Majidi tersebut dikenal luas dan bahkan sempat masuk nominasi Oscar untuk kategori film berbahasa asing. Versi terbarunya kini dihadirkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Produser Manoj Punjabi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan cerita ini sejak pertama kali menontonnya.
“Pertama kali nonton film ini, setelah 40 menit, saya jadi sangat terharu, dan merasakan luapan emosi yang dalam. Kami beruntung dapat IP (Intellectual Property) film ini,” ujar Manoj.
Ia juga menyoroti proses produksi yang tidak mudah, terutama dalam menentukan pemeran utama anak-anak.
“Akhirnya kita pun dapat Ali-Zahra yang luar biasa. Saya dengan yakin bisa bicara bahwa adaptasi ini tidak kalah dari aslinya,” lanjutnya.
“Di film ini, MD menyajikan formula yang berbeda dari film-film MD yang lain. Saya akan all out untuk mempromosikan film ini. Saya percaya film bagus harus lebih banyak ditonton. Mudah-mudahan film ini bisa diterima.”
Peran Ali dimainkan oleh Jared Ali, sementara Zahra diperankan Humaira Jahra. Keduanya menjadi pusat cerita yang menggambarkan kehidupan keluarga sederhana dengan keterbatasan ekonomi.
Film ini disutradarai Hanung Bramantyo dan turut melibatkan sejumlah aktor seperti Andri Mashadi, Faradina Mufti, hingga Slamet Rahardjo.
Selain cerita, musik juga menjadi elemen penting. Lagu “Mimpi Jadi Nyata” yang ditulis Tisa TS mengangkat pesan tentang proses dan perjuangan.
“Lagu ini menggambarkan mimpi dan usaha seseorang yang punya harapan besar. Namun, fokusnya bukan hanya pada hasil, melainkan bagaimana dia menghargai dan selalu bersyukur di setiap langkah kecil serta usaha yang dijalani,” jelas Tisa.
Lagu tersebut dinyanyikan oleh Restu Van Houtten dengan konsep aransemen yang berbeda.
“Restu memang penyanyi solo, tapi di musik ini kita coba menghidupkan kembali warna aransemen dengan format band. Masing-masing instrumen memberi warna tersendiri untuk mengiringi penghayatan aku dalam menyampaikan lirik,” ujarnya.
Tak hanya merilis film, pihak produksi juga menjalankan program sosial melalui MD Entertainment Foundation bertajuk “Sepasang Sepatu Berjuta Mimpi” yang bekerja sama dengan Kitabisa.
Sekretaris yayasan, Astrid Suryatenggara, menyebut film ini diharapkan bisa memberi dampak nyata.
“Kami percaya bahwa lewat kekuatan sinema kita bisa membantu orang-orang dengan aksi nyata. Children of Heaven menunjukkan bahwa film bukan hanya sarana hiburan, tapi juga bisa menjadi jembatan untuk membawa mimpi jadi nyata,” ujarnya. (BRG/Kul)










