Koranindopos.com, Jakarta – Industri perfilman Indonesia membuka awal tahun 2026 dengan kehadiran film horor terbaru berjudul Penunggu Rumah: Buto Ijo. Film ini digarap rumah produksi milik Gandhi Fernando dan diproduksi oleh Creator Media bersama Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe. Karya ini disutradarai Achmad Romie dan mengusung adaptasi bebas kisah legendaris Timun Mas dalam balutan horor modern.
Kehadiran film ini ditandai dengan perilisan poster dan trailer resmi yang langsung menarik perhatian publik. Poster menampilkan sosok Buto Ijo dengan visual yang menyeramkan, sementara trailer berdurasi dua menit memperlihatkan atmosfer teror yang intens. Cuplikan tersebut menyoroti gangguan mistis yang dialami karakter utama sejak awal cerita.
Trailer banyak menggambarkan sosok Ali, seorang konten kreator uji nyali, yang hidupnya berubah setelah diteror makhluk menyeramkan bernama Buto Ijo. Teror tersebut tidak hanya hadir sebagai kejutan visual, tetapi juga membangun rasa penasaran akan asal-usul dan tujuan kemunculan sosok mistis tersebut.
Film ini berkisah tentang Srini, seorang janda dengan satu anak, yang mulai diteror oleh sosok raksasa menjelang ulang tahun ke-6 anaknya. Dalam kondisi terdesak dan ketakutan, Srini memilih menghubungi Ali, mantan kekasihnya, untuk meminta bantuan menghadapi gangguan gaib yang kian mengancam keluarganya.

Ali yang kini bekerja sebagai konten kreator horor tidak sendirian. Ia ditemani adiknya, Lana, yang juga terdesak kebutuhan ekonomi. Keduanya setuju membantu Srini, namun situasi berubah menjadi kelam ketika Buto Ijo mulai menampakkan diri dan meneror secara nyata, membuka rahasia gelap yang tersimpan di rumah tersebut.
“Kami ingin menghadirkan horor yang tidak sekadar menakutkan, tetapi juga membekas secara emosional. Mitos Buto Ijo dari cerita Timun Mas kami tafsirkan sebagai keserakahan dan konsekuensi dari pilihan manusia, ” tegas Gandhi yang juga bertindak sebagai penulis dan produser.
Sosok Buto Ijo dalam film ini digambarkan sebagai makhluk mistis dalam folklor Jawa yang berperan sebagai penjaga sekaligus pembawa malapetaka. Teror demi teror yang muncul perlahan menguak hubungan masa lalu para karakter, sekaligus menyingkap makna gelap di balik legenda yang telah lama dikenal masyarakat.
Penunggu Rumah: Buto Ijo tidak hanya mengandalkan jumpscare seperti film horor pada umumnya. Film ini membangun ketegangan melalui suasana, simbol budaya, dan drama keluarga yang kuat. Pendekatan tersebut membuat cerita terasa lebih dekat dan relevan dengan kehidupan penonton masa kini.
Dari sisi visual, film ini memaksimalkan penggunaan rumah sebagai ruang teror utama. Tata cahaya dan desain suara yang intens memperkuat atmosfer mencekam, sementara pendekatan cerita modern yang berakar dari folklor memberikan nuansa mistis yang khas dan berbeda dari horor konvensional.
Film Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 15 Januari 2026. Film ini dibintangi Celine Evangelista sebagai Srini, Meryem Hasanah sebagai Tisya, Gandhi Fernando sebagai Ali, Valerie Thomas sebagai Lana, Adnan Djani sebagai Indra, Pratito Wibowo sebagai Buto Ijo, dan Arie Dwi Andhika sebagai Riza.(Brg/Kul)










