JAKARTA, koranindopos.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang mendapatkan tugas dari negara untuk menyalurkan dana bergulir guna mendukung koperasi dari sisi permodalan, dan juga sebagai salah satu instrumen bagi pemerintah untuk mendorong perekonomian masyarakat.
LPDB terus melakukan jemput bola jika terdapat koperasi potensial di berbagai daerah, terlebih koperasi tersebut layak dari sisi legalitas maupun bisnis.
“Pastinya kami tidak tinggal diam. Hal yang terus kami lakukan salah satunya adalah melakukan ‘jemput bola’ dan mengadakan kegiatan sosialisasi ataupun bimbingan teknis,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo dalam keterangannya (2/6).
Sebab, lanjut Supomo, saat ini Indonesia tengah masuk fase perkuatan ekonomi setelah terdampak pandemi, dengan ini diperlukan upaya yang masif dari LPDB-KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir hingga ke Indonesia timur.
Salahsatunya, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Saro Nifero yang berasal dari Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara tengah memanfaatkan dana bergulir dari LPDB-KUMKM untuk perekonomian anggotanya.
Deddy Tjaya Manajer KSP CU Saro Nifero mengungkapkan, pihaknya telah menjadi mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2021 dengan total pembiayaan dana bergulir sebesar Rp3 miliar.
“Kami mendapat pembiayaan dari LPDB-KUMKM sebesar Rp3 miliar, kami sangat terbantu juga ketika dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19,” ujar Deddy.
Dengan mendapatkan pembiayaan dana bergulir, KSP CU Saro Nifero menyalurkan dana tersebut kepada anggotanya untuk pertumbuhan usaha atau bisnis para anggota,dan juga untuk meningkatkan kapasitas bisnis koperasi itu sendiri.
Dari guliran pembiayaan tersebut, Deddy menambahkan, pertumbuhan kapasitas bisnis koperasi meningkat pesat hingga saat ini memiliki jumlah anggota sebanyak 16.000 anggota yang tersebar di Halmahera Utara, Halmahera Barat, dan Kepulauan Morotai, dengan total aset koperasi mencapai Rp100 miliar, dan memiliki 6 kantor cabang. (riz)










