
JAKARTA, koranindopos.com – Banjir rob di wilayah utara Jakarta masih terjadi. Mereka yang terdampak adalah warga yang bermukim di Jalan Lodan RW 8, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Hingga Selasa pagi (7/12), kawasan tersebut terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter hingga satu meter.
Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok Jakarta sebelumnya memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir Jakarta Utara agar mewaspadai banjir rob. Prakirawan BMKG Arinda Rizky mengatakan, pasang maksimum air laut diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan. ”Diimbau waspada adanya fenomena pasang maksimum air laut pada tanggal 2 – 9 Desember 2021,” kata Arinda dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat, pada Senin kemarin (6/12), ada 15 RT di Jakarta Utara dan Jakarta Barat terdampak banjir rob. Di Jakarta Utara terdapat 11 RT di Kelurahan Pluit.
Diketahui, banjir rob merendam sejumlah wilayah di Jakarta sejak Sabtu lalu (4/12). Pada Sabtu lalu, tercatat ada 24 RT yang terdampak banjir rob di DKI Jakarta, dua di antaranya berada di Pulau Pari, Kepulauan Seribu dan 22 lainnya di Jakarta Utara.
”Informasinya genangan saat ini ada 15 RT atau 0,049 persen dari 30.470 RT yang ada di DKI Jakarta,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPND DKI Jakarta M Insyaf kepada awak media pada Senin (6/12).
Insyaf menerangkan, adapun kawasan Jakarta Utara yang terdampak banjir rob berlokasi di Kelurahan Pluit. Ketinggiannya berkisar 40 – 50 sentimeter. Sedangkan di Jakarta Barat terdapat di 4 RT Kelurahan Tegal Alur. “Sejauh ini, tidak ada warga yang mengungsi akibat peristiwa banjir rob. Ditargetkan akan surut dalam waktu cepat,” tuturnya.
Penanganan pasca banjir Rob yang terjadi di lokasi Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol pada Jumat (3/12) hingga Minggu (5/12) kemarin terus dilakukan. Suku Dinas Sosial Kota Jakarta Utara memberikan bantuan makanan cepat saji kepada warga terdampak banjir Rob.
Kepala Suku Dinas Sosial Kota Jakarta Utara Rosihan Arsyad mengaku pihaknya memberikan makanan untuk tiga kali sehari sebanyak 700 boks untuk sekali makan. “Kami mengerahkan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) sebanyak 12 orang dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) berjumlah 40 orang untuk menyiapkan makanan didapur umum Sudin Sosial lalu diserahkan kepada Kelurahan Ancol untuk dilakukan pendistribusian kepada warga” ungkap Rosihan. (fri/brg)









