Koranindopos.com, JAKARTA – Komitmen mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelestarian budaya lokal terus ditunjukkan Bank Jakarta melalui dukungannya terhadap penyelenggaraan Workshop Fotografi Branding Produk UMKM Khas Betawi yang digelar di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).
Workshop yang diselenggarakan oleh Creative 35 Communications bekerja sama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) tersebut menjadi wadah bagi pelaku UMKM, pegiat fotografi, kreator konten, dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mempromosikan produk melalui fotografi yang kreatif dan berkualitas.
Mengusung tema “Menciptakan Citra Produk Melalui Fotografi Branding Produk UMKM”, kegiatan diikuti 23 peserta yang mendapatkan pelatihan mengenai teknik fotografi produk, pengaturan pencahayaan, komposisi, penataan produk (styling), hingga penyuntingan foto untuk kebutuhan promosi digital.

Dukungan Bank Jakarta terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di era ekonomi digital. Melalui penguatan kemampuan branding visual, produk-produk lokal diharapkan memiliki nilai tambah dan daya tarik yang lebih kuat di pasar.
Ketua Pelaksana Workshop, Rudi Pratama, mengatakan fotografi kini menjadi salah satu instrumen penting dalam strategi pemasaran digital karena mampu membangun identitas sebuah produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan bekal kepada pelaku UMKM agar mampu menghasilkan foto produk yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menceritakan karakter dan keunggulan produknya,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta memotret berbagai kuliner khas Betawi seperti kembang goyang, akar kelapa, dan tape uli. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat citra produk sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Betawi kepada masyarakat yang lebih luas.
Fotografer profesional Ferry Ardianto yang menjadi narasumber menjelaskan bahwa fotografi memiliki peran penting dalam membangun identitas merek (branding) sekaligus mendokumentasikan budaya.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat siapa pun dapat menghasilkan foto berkualitas menggunakan berbagai jenis perangkat, termasuk telepon pintar. Namun, kualitas sebuah karya tetap ditentukan oleh kreativitas, sudut pandang, dan kemampuan fotografer dalam menyampaikan pesan.

“Foto yang baik bukan hanya menarik dilihat, tetapi mampu membangun kepercayaan, menyampaikan cerita, dan memberikan nilai tambah bagi produk maupun budaya yang diangkat,” katanya.
Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Debby Novita Andriani, mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, fotografi menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada generasi muda sekaligus mendorong promosi destinasi budaya melalui berbagai platform digital.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, H. Beky Mardani, menilai kolaborasi antara komunitas kreatif, pelaku budaya, dan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya.
Melalui dukungan terhadap kegiatan edukatif seperti workshop fotografi branding, Bank Jakarta dinilai turut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong pelestarian budaya Betawi melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan produk-produk lokal yang lebih kompetitif serta memperluas akses pemasaran UMKM di tingkat nasional maupun global.
Menurut Ferry, pelatihan fotografi seperti ini perlu terus diperluas agar semakin banyak generasi muda memanfaatkan fotografi sebagai media promosi UMKM sekaligus sarana mendokumentasikan dan melestarikan budaya lokal (ris)










