Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Putuskan Jual Rumah

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
20 Juli 2026
in Megapolitan
A A
0
Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Putuskan Jual Rumah

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Keluarga Azis Suraji di kawasan Pancoran Mas, Depok, memutuskan menjual rumah mereka setelah bertahun-tahun mengalami teror dan intimidasi dari tetangga. Keputusan itu diambil karena keluarga merasa tidak lagi nyaman tinggal di lingkungan tersebut.

Anak Azis, Novita Dwi Lestari, mengatakan persoalan bermula pada 2022 akibat sebuah kesalahpahaman. Saat itu, suaminya yang merupakan warga negara asing sedang bercanda dengan anak mereka yang masih kecil agar berhenti menangis.

“Nah, mamah saya tuh ketawa-ketawa juga bilang, ‘Orang gila, dasar orang gila’. Nah ternyata tetangga dengar, salah paham disangkanya itu buat ngelontarin kata-kata ke dia,” ujar Novita saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Novita, setelah kejadian tersebut tetangga yang merasa tersinggung melontarkan perkataan kasar kepada keluarganya. Persoalan itu sempat dimediasi oleh pengurus RT dan RW setempat.

Artikel Terkait

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Namun, mediasi tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Novita mengaku keluarganya kembali mengalami berbagai bentuk intimidasi, mulai dari makian hingga pelemparan benda ke arah rumah mereka.

Situasi memuncak pada 2024 ketika rumah keluarga Azis dirusak saat sebagian anggota keluarga sedang berada di luar kota untuk berlibur. Saat itu, hanya saudara laki-laki Novita yang berada di rumah dan kondisinya sedang kurang sehat.

“Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pagar dirusak, abang saya sampai bengep. Semenjak itu baru pasang CCTV,” kata Novita.

Keluarga kemudian memasang empat kamera pengawas (CCTV) di rumah mereka. Sejak pemasangan CCTV, sejumlah aksi pelemparan berhasil terekam kamera, termasuk pelemparan helm yang belakangan viral di media sosial.

Novita mengungkapkan bahwa teror yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat keluarganya hidup dalam ketakutan. Mereka kerap menutup pintu rumah sepanjang hari atau memilih keluar rumah meski tidak memiliki keperluan.

Kondisi psikologis tersebut akhirnya mendorong Novita mengusulkan kepada kedua orangtuanya untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain yang lebih aman.

“Kita jadi enggak nyaman tinggal di rumah sendiri. Akhirnya saya usul ke orangtua supaya rumah dijual saja,” ujarnya.

Ironisnya, menurut Novita, setelah keluarga memasang spanduk kecil bertuliskan rumah dijual, intimidasi dari tetangga tersebut justru kembali terjadi.

Kisah keluarga Azis Suraji kini menjadi sorotan publik setelah video dugaan pelemparan dan perusakan rumah beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyampaikan simpati dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara hukum maupun melalui mediasi yang adil sehingga keluarga korban mendapatkan rasa aman.(dhil/kmps)

Topik: depokditeror

TerkaitBerita

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

23 Oktober 2026
WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

23 Oktober 2026
Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

Bee Frontier dan Bee Eclipse: Amazon Rilis Perangkat AI Pintar Pengelola Waktu dan Ingatan

23 Oktober 2026
Menjelajah Nusantara Tanpa Cemas, Chery Boyong Deretan Kendaraan Listrik Berdaya Jangkau Panjang

Menjelajah Nusantara Tanpa Cemas, Chery Boyong Deretan Kendaraan Listrik Berdaya Jangkau Panjang

23 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5040 shares
    Share 2016 Tweet 1260
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya