Jumat, 24 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Putuskan Jual Rumah

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
20 Juli 2026
in Megapolitan
A A
0
Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Putuskan Jual Rumah

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Keluarga Azis Suraji di kawasan Pancoran Mas, Depok, memutuskan menjual rumah mereka setelah bertahun-tahun mengalami teror dan intimidasi dari tetangga. Keputusan itu diambil karena keluarga merasa tidak lagi nyaman tinggal di lingkungan tersebut.

Anak Azis, Novita Dwi Lestari, mengatakan persoalan bermula pada 2022 akibat sebuah kesalahpahaman. Saat itu, suaminya yang merupakan warga negara asing sedang bercanda dengan anak mereka yang masih kecil agar berhenti menangis.

“Nah, mamah saya tuh ketawa-ketawa juga bilang, ‘Orang gila, dasar orang gila’. Nah ternyata tetangga dengar, salah paham disangkanya itu buat ngelontarin kata-kata ke dia,” ujar Novita saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Novita, setelah kejadian tersebut tetangga yang merasa tersinggung melontarkan perkataan kasar kepada keluarganya. Persoalan itu sempat dimediasi oleh pengurus RT dan RW setempat.

Artikel Terkait

Ironi Sekolah Roboh Dua Tahun di Jakarta, JPPI: Bentuk Pengabaian Hak Dasar Anak

Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Terbakar, 50 Personel Damkar Dikerahkan

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Gunung Putri Bogor

Namun, mediasi tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Novita mengaku keluarganya kembali mengalami berbagai bentuk intimidasi, mulai dari makian hingga pelemparan benda ke arah rumah mereka.

Situasi memuncak pada 2024 ketika rumah keluarga Azis dirusak saat sebagian anggota keluarga sedang berada di luar kota untuk berlibur. Saat itu, hanya saudara laki-laki Novita yang berada di rumah dan kondisinya sedang kurang sehat.

“Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pagar dirusak, abang saya sampai bengep. Semenjak itu baru pasang CCTV,” kata Novita.

Keluarga kemudian memasang empat kamera pengawas (CCTV) di rumah mereka. Sejak pemasangan CCTV, sejumlah aksi pelemparan berhasil terekam kamera, termasuk pelemparan helm yang belakangan viral di media sosial.

Novita mengungkapkan bahwa teror yang berlangsung selama bertahun-tahun membuat keluarganya hidup dalam ketakutan. Mereka kerap menutup pintu rumah sepanjang hari atau memilih keluar rumah meski tidak memiliki keperluan.

Kondisi psikologis tersebut akhirnya mendorong Novita mengusulkan kepada kedua orangtuanya untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain yang lebih aman.

“Kita jadi enggak nyaman tinggal di rumah sendiri. Akhirnya saya usul ke orangtua supaya rumah dijual saja,” ujarnya.

Ironisnya, menurut Novita, setelah keluarga memasang spanduk kecil bertuliskan rumah dijual, intimidasi dari tetangga tersebut justru kembali terjadi.

Kisah keluarga Azis Suraji kini menjadi sorotan publik setelah video dugaan pelemparan dan perusakan rumah beredar luas di media sosial. Banyak warganet menyampaikan simpati dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara hukum maupun melalui mediasi yang adil sehingga keluarga korban mendapatkan rasa aman.(dhil/kmps)

Topik: depokditeror

TerkaitBerita

Ironi Sekolah Roboh Dua Tahun di Jakarta, JPPI: Bentuk Pengabaian Hak Dasar Anak
Megapolitan

Ironi Sekolah Roboh Dua Tahun di Jakarta, JPPI: Bentuk Pengabaian Hak Dasar Anak

oleh Editor : Affandy
22 Juli 2026
Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Terbakar, 50 Personel Damkar Dikerahkan
Megapolitan

Pabrik Dupa di Kampung Bayur Tangerang Terbakar, 50 Personel Damkar Dikerahkan

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
HASIL TANGKAPAN: Polres Bogor membongkar dua gudang penyimpanan besar Obat Keras Terbatas (OKT) di kawasan Rancabungur dan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dok/Istimewa/Detik.com)
Megapolitan

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Gunung Putri Bogor

oleh Editor : Memoarto
21 Juli 2026
MPR RI
Megapolitan

Kebakaran TPA Cipayung Alarm Darurat Pengelolaan Sampah Nasional

oleh Editor : Hairul
20 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

23 Juli 2026
TULOLA, BCA, dan Pertamina Hadirkan Kawan Nusantara 2026, Angkat Tema “Evolusi” Warisan Budaya Indonesia

TULOLA, BCA, dan Pertamina Hadirkan Kawan Nusantara 2026, Angkat Tema “Evolusi” Warisan Budaya Indonesia

23 Juli 2026
UNJUK KUALITAS: Kiper Spanyol Unai Simon (kiri) merayakan kemenangan bersama Pau Cubarsi (kanan) setelah laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, pada Kamis (2/7/2026). (Foto: (c) AP Photo/Jae C. Hong)

Publik Akui Kualitas Pau Cubarsi Pasca Tampil di Piala Dunia 2026

24 Juli 2026
Kedubes Inggris Buka Pelatihan Gratis Safe & Smart 2026, Guru SMP dan SMA Bisa Daftar

Kedubes Inggris Buka Pelatihan Gratis Safe & Smart 2026, Guru SMP dan SMA Bisa Daftar

23 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4018 shares
    Share 1607 Tweet 1005
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BMW New iX3, SUV Listrik Premium dengan Performa Tinggi dan Teknologi Masa Depan

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya