Rabu, 5 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Bimbingan Pranikah Jadi Kendala Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Bali

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
2 Oktober 2022
in uncategorized
A A
0
Bimbingan Pranikah Jadi Kendala Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Bali
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, DENPASAR – Angka prevalensi stunting Provinsi Bali paling rendah di Indonesia, yaitu 10,9 persen. Total rata-rata kesuburan atau Total Fertility Rate (TFR) di Bali juga berada pada angka 1,9 yang berarti satu perempuan rata-rata hanya melahirkan dua anak.

“Bali adalah contoh best practice dalam upaya percepatan penurunan stunting. Angka prevalensi stunting di Bali terendah di Indonesia yakni 10,9 persen. Angka TFR di Bali 1,9 yang artinya satu perempuan melahirkan satu atau paling banyak dua anak,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam pembukaan Konsolidasi Perencanaan Program dan Anggaran Program Bangga Kencana (e-Koren) II di Denpasar, Bali, pekan lalu.

Kendati demikian, Bali masih menghadapi kendala dalam upaya mempercepat pencapaian target menurunkan prevalensi stunting, terutama untuk mencegah lahirnya bayi stunting baru. Kendala itu terkait adat dan kebiasaan dalam pernikahan.

Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang mengatakan calon pengantin di Bali tidak bisa mendapatkan bimbingan pra-nikah untuk pencegahan stunting.

Artikel Terkait

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

Bukan Sekadar Lomba, LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Booster Semangat Kebangsaan di Papua Tengah

Jangan Terjebak Budaya ‘Kejar Tayang’ dalam Penulisan Publikasi Ilmiah

“Ini terjadi karena perbedaan adat kebiasaan di Bali. Pelaporan pernikahan biasanya terlebih dahulu melapor ke Desa Adat sehingga para petugas yang membimbing para calon pengantin tidak langsung tahu pasangan yang akan menikah. Sehingga seringkali bimbingan dilakukan setelah pernikahan terjadi bahkan sesudah terjadinya kelahiran,” kata Dewa Made Indra.

Menurut Dewa Made, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Desa Adat dan para pemuka agama untuk mengatasi hal tersebut.

“Kita berharap penanganan stunting ini melibatkan Majelis Desa Adat dan pemuka agama. Sudah kita lakukan. Supaya betul-betul bimbingan kita bisa sampai kepada warga masyarakat kita sebelum mereka menikah (pra nikah),” ujar Dewa.

Menyikapi hal tersebut, para pemangku kepentingan melakukan langkah-langkah melalui kampanye percepatan penurunan stunting kolaborasi Komisi IX DPR-RI dan BKKBN serta Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Dalam kegiatan kampanye percepatan penurunan stunting di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu (01/10/2022) untuk melakukan screening pranikah sebagai upaya pencegahan stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Buleleng Nyoman Riang Pustaka mengatakan screening pranikah dapat menjadi kebiasaan bagi masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk Hindu.

Menurut Riang, pemeriksaan calon pengantin belum membudaya di tengah masyarakat Bali, berbeda dengan umat lain yang bahkan ada kursus bagi calon pengantinnya.

“Bagi pasangan calon pengantin saya harap tiga bulan sebelumnya melapor dulu ke aparat desa agar diperiksa kesehatannya. Mari jadikan budaya. Dimulai dari (Desa) Dencarik,” kata Riang yang mewakili Pejabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Riang mengatakan deteksi kesehatan calon pengantinsangat bermanfaat untuk menciptakan keluarga berkualitas. Kasus stunting jelas bisa dihindari jika calon orangtuanya sudah memiliki pengetahuan cukup.

Direktur Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Eka Sulistia Ediningsih mengajak ibu-ibu yang hadir memanfaatkan akun media sosial masing-masing untuk mengampanyekan pentingnya pencegahan stunting.

Meski Bali, menurut Eka, prevalensi stuntingnya jauh di bawah rerata nasional, bukan berarti masyarakat Bali boleh lengah. “Upaya antisipasi harus tetap ada bila perlu sampai zero kasus,” kata Eka sembari berterima kasih kepada Anggota Komisi IX DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana yang punya komitmen untuk turun langsung ke tengah masyarakat.

Sementara itu Kariyasa Adnyana mengungkapkan, membaiknya sektor pariwisata pascapandemi Covid-19 mesti disyukuri masyarakat Bali. Salah satu caranya dengan menjaga kualitas kesehatan.

Sebab, kata Kariyasa, pariwisata sangat tergantung dengan isu-isu sensitif seperti kesehatan. Jika masyarakat Bali sudah sehat, tidak ada stunting, maka menjadi bahan promosi yang baik untuk menarik kunjungan wisatawan.

“Makanya orang Bali itu harus sehat-sehat. Jangan sampai stunting. Selain merugikan pariwisata, penderita stunting akan menjadi beban negara. Kalau jumlahnya banyak bahkan bisa menggangu stabilitas perekonomian nasional,” tegas dia.

Sebelumnya Plt. Perbekel (Kepala Desa) Dencarik Ida Kade Swastika, mengaku di wilayahnya masih terdapat beberapa kasus balita gizi buruk. Dengan adanya kampanye ini, ia berharap persoalan itu bisa diatasi secara gotong royong dan mencegah kasus serupa muncul di kemudian hari.

“Terima kasih desa kami telah dipilih sebagai lokasi kampanye penurunan stunting yang notabene satu-satunya di Kecamatan Banjar. Semoga masyarakat kami mampu mengimplementasikan pengetahuan sehingga anak-anak kami tumbuh sehat sesuai harapan,” kata Ida Kade.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Luh Gede Sukardiasih juga turut memaparkan materi tentang upaya-upaya yang wajib dilakukan ibu rumah tangga guna menciptakan keluarga berkualitas. (why/rls)

Topik: bimbingan pranikahBKKBNPemprov BaliStunting Anak

TerkaitBerita

Indonesia China
uncategorized

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026
LCC Empat Pilar MPR RI
uncategorized

Bukan Sekadar Lomba, LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Booster Semangat Kebangsaan di Papua Tengah

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026
MPR RI BRIN
uncategorized

Jangan Terjebak Budaya ‘Kejar Tayang’ dalam Penulisan Publikasi Ilmiah

oleh Editor : Hairul
1 Agustus 2026
LCC Empat Pilar MPR RI
uncategorized

Saadiah Uluputty: Semangat Pelajar Kepulauan Aru Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI Layak Jadi Teladan

oleh Editor : Hairul
28 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026

Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026

5 Agustus 2026
Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum

Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum

5 Agustus 2026
Distribusi Buku

Jutaan Distribusi Buku Harus Dibarengi Gerakan Nasional Tingkatkan Minat Baca

5 Agustus 2026
Setjen MPR RI Pertahankan Opini WTP, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

Setjen MPR RI Pertahankan Opini WTP, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

5 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4206 shares
    Share 1682 Tweet 1052
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    650 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya