Selasa, 11 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Bitcoin Tembus US$65.000, FLOQ Ingatkan Investor Jangan Terlena Reli Jangka Pendek

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
20 Juli 2026
in Bisnis
A A
0
Bitcoin Tembus US$65.000, FLOQ Ingatkan Investor Jangan Terlena Reli Jangka Pendek

Foto: dok. floq

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Harga Bitcoin kembali menembus level psikologis US$65.000 setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan. Sentimen positif tersebut mendorong reli aset berisiko, termasuk pasar kripto, meski pelaku industri mengingatkan bahwa penguatan ini belum sepenuhnya ditopang oleh fundamental yang kuat.

Data ekonomi menunjukkan Consumer Price Index (CPI) Juni melambat menjadi 3,5% secara tahunan dari 4,2% pada Mei. Sementara itu, Producer Price Index (PPI) juga turun menjadi 5,5% dari sebelumnya 6,0%. Kondisi tersebut memunculkan harapan bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat berpotensi menjadi lebih longgar.

Pada 15 Juli, Bitcoin berhasil kembali diperdagangkan di atas level US$65.000 setelah beberapa hari berada di bawah angka tersebut. Kenaikan harga juga memicu short squeeze dengan nilai likuidasi sekitar US$60 juta hingga US$77 juta, di mana sekitar 90 persen berasal dari posisi short yang sebelumnya memperkirakan harga Bitcoin akan melemah.

Namun, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengingatkan bahwa investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka inflasi yang melandai, tetapi juga memahami faktor yang menyebabkan penurunan tersebut.

Artikel Terkait

Terpilih Secara Mufakat, Ardi Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta Periode 2026-2031 dan Usung Empat Pilar Strategis

Tokocrypto Kuasai 64% Pangsa Pasar Tokenized Stocks, Volume Transaksi Juli Tembus Rp8,36 Miliar

Perkuat Komunikasi yang Relevan dan Berdampak, Prudential Indonesia Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

“Pasar merespons positif data inflasi Amerika Serikat karena dianggap membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun, penurunan inflasi Juni sebagian besar dipengaruhi oleh melemahnya harga energi selama periode gencatan senjata di Timur Tengah. Ketika faktor tersebut mulai berbalik arah, risiko inflasi juga berpotensi kembali meningkat,” ujar Yudho.

Menurut FLOQ, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pasar dalam beberapa pekan mendatang.

Amerika Serikat diketahui kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran serta mengenakan levy sebesar 20 persen terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari kebijakan keamanan.

Karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, gangguan terhadap kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga energi global.

Yudho menjelaskan, kenaikan harga minyak dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi sehingga ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneternya menjadi lebih terbatas.

“Kalau harga minyak kembali naik, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga biaya logistik, transportasi, hingga harga berbagai kebutuhan pokok. Investor perlu melihat hubungan antar faktor tersebut, bukan hanya bereaksi terhadap satu data ekonomi,” jelasnya.

FLOQ mencatat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed masih relatif konservatif.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September memang turun ke kisaran 54–63 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 76 persen bahwa tidak akan ada pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.

Di sisi lain, sentimen investor kripto juga belum sepenuhnya pulih. Crypto Fear & Greed Index masih berada di level 29 atau kategori Fear, meskipun Bitcoin telah bangkit sekitar 29 persen dari titik terendah yang tercatat pada 5 Juli.

Menurut FLOQ, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan pemulihan sentimen jangka pendek dibandingkan dimulainya tren bullish baru.

Yudho menilai level US$65.000 menjadi area penting yang harus dipertahankan.

“Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume beli yang kuat, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Namun apabila kembali turun di bawah US$62.000, investor perlu mengantisipasi potensi koreksi menuju kisaran US$58.000 hingga US$59.000,” katanya.

Selain faktor makroekonomi, FLOQ juga menyoroti pergerakan dana investor institusi yang masih belum stabil.

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat sempat mencatat outflow sebesar US$424,7 juta pada 13 Juli, menjadi arus keluar terbesar sepanjang bulan. Namun sehari kemudian, arus dana kembali berbalik dengan inflow sekitar US$181 juta, dipimpin oleh iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sebesar US$138,9 juta.

Meski demikian, data on-chain masih menunjukkan tren akumulasi Bitcoin yang berlanjut, sementara volume perdagangan di centralized exchange (CEX) meningkat sekitar 15,3 persen, menjadi kenaikan pertama dalam lima bulan terakhir.

FLOQ juga menilai perkembangan regulasi di Jepang berpotensi menjadi katalis positif jangka panjang. Persetujuan awal terhadap rancangan undang-undang yang mengklasifikasikan aset kripto sebagai instrumen keuangan dinilai dapat membuka peluang hadirnya ETF Bitcoin spot domestik di negara tersebut.

Selain itu, pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat tetap menjadi perhatian pasar karena dapat memberikan kepastian regulasi yang dibutuhkan investor institusi.

Edukasi dan Manajemen Risiko Tetap Prioritas

Menutup analisanya, Yudho mengingatkan bahwa volatilitas merupakan karakter utama pasar aset digital sehingga investor perlu mengedepankan edukasi dan manajemen risiko.

Ia menilai investor pemula sebaiknya tidak menganggap kenaikan harga sebagai sinyal untuk langsung membeli aset kripto, melainkan memahami faktor-faktor fundamental yang memengaruhi pergerakan pasar, mulai dari inflasi, kebijakan bank sentral, kondisi geopolitik, hingga regulasi.

Selain itu, investor juga perlu mengenali profil risikonya masing-masing agar keputusan investasi sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat atau terdorong rasa takut ketinggalan momentum (FOMO).

“Bagi investor pemula, kenaikan harga sering kali memunculkan keinginan untuk segera ikut masuk ke pasar. Padahal, yang lebih penting adalah memahami alasan di balik pergerakan tersebut. Ketika seseorang mengerti bagaimana inflasi, kebijakan moneter, regulasi, dan kondisi global memengaruhi pasar, keputusan yang diambil akan lebih rasional dan tidak hanya didasarkan pada momentum sesaat,” tutup Yudho.(dhil)

Topik: BitcoinFLOQ

TerkaitBerita

Terpilih Secara Mufakat, Ardi Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta Periode 2026-2031 dan Usung Empat Pilar Strategis
Ekonomi

Terpilih Secara Mufakat, Ardi Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta Periode 2026-2031 dan Usung Empat Pilar Strategis

oleh Editor : Akula
11 Agustus 2026
Tokocrypto Kuasai 64% Pangsa Pasar Tokenized Stocks, Volume Transaksi Juli Tembus Rp8,36 Miliar
Bisnis

Tokocrypto Kuasai 64% Pangsa Pasar Tokenized Stocks, Volume Transaksi Juli Tembus Rp8,36 Miliar

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026
Perkuat Komunikasi yang Relevan dan Berdampak, Prudential Indonesia Raih Indonesia Public Relations Awards 2026
Bisnis

Perkuat Komunikasi yang Relevan dan Berdampak, Prudential Indonesia Raih Indonesia Public Relations Awards 2026

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026
Dari Garasi Hingga Bursa Saham, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Perkuat IP RANS Bersama Mayora
Ekonomi

Dari Garasi Hingga Bursa Saham, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Perkuat IP RANS Bersama Mayora

oleh Editor : Akula
11 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Ngaji Kini Lebih Praktis, Madrasah Semesta Channel Ajak Generasi Digital Perdalam Agama via YouTube

Ngaji Kini Lebih Praktis, Madrasah Semesta Channel Ajak Generasi Digital Perdalam Agama via YouTube

11 Agustus 2026
Pernyataan Resmi Newport Usai Video Viral Pengunjung Baca Al-Qur’an di Festival Musik

Pernyataan Resmi Newport Usai Video Viral Pengunjung Baca Al-Qur’an di Festival Musik

11 Agustus 2026
Terpilih Secara Mufakat, Ardi Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta Periode 2026-2031 dan Usung Empat Pilar Strategis

Terpilih Secara Mufakat, Ardi Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta Periode 2026-2031 dan Usung Empat Pilar Strategis

11 Agustus 2026
Buntut Hoaks Isu Selingkuh, Asila Maisa dan Lesti Kejora Dipanggil Polisi Jadi Saksi Laporan Rizky Billar

Buntut Hoaks Isu Selingkuh, Asila Maisa dan Lesti Kejora Dipanggil Polisi Jadi Saksi Laporan Rizky Billar

11 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4297 shares
    Share 1719 Tweet 1074
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 784 Personel Gabungan Disiagakan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya