
JAKARTA, koranindopos.com –BKKBN dan PT. Pos Indonesia sepakat bekerjasama untuk pendistribusian alat kontrasepsi dan makanan bernutrisi bagi ibu hamil dan bayi di Auditorium BKKBN Pusat, Jakarta, (16/12).
“Mengirim makanan obat apa saja ke masyarakat end user ini kecepatan menjadi kunci sukses untuk juga menghilangkan kelemahan-kelemahan birokrasi yang ada. Inilah optimisme bahwa ke depan mudah-mudahan kita bisa bersama memberikan pelayanan terbaik untuk keluarga, pasangan usia subur dan ada baduta, balita, lansia, remaja, itu semua jadi sasaran kita. Dan tentu PT Pos sudah berdiri sejak 275 tahun masih jaman Belanda. Maka dari itu saya percaya secara infrastruktur PT Pos ini luar biasa” jelas dokter Hasto.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan bahwa PT. Pos Indonesia berkomitmen untuk membantu sepenuhnya program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) BKKBN. PT. Pos Indonesia mempunyai 4 portfolio bisnis yakni layanan kurir, layanan logistik, cash distribution, dan layanan properti.
“Keempat portofolio itu dapat diakses di 4.800 kantor pos yang tersebar di kecamatan. Dan punya 92 ribu agen pos nah ini yang nantinya bisa membantu mengakses ke desa-desa, jumlah desa sekitar 74 ribu, agen pos kami 92 ribu posisi hari ini dan ini kita terus kembangkan insya Allah akhir tahun ini bisa 100ribu yang target kami tahun depan bisa 200ribu agen pos. Agen pos ini yang membantu kami meningkatkan coverage pos,” imbuh Faizal.
Dokter Hasto berharap dengan kerjasama BKKBN bersama PT. Pos Indonesia bisa mengatasi kendala pendistribusian alat kontrasepsi maupun makanan bernutrisi bagi ibu hamil dan bayi di pelosok negeri apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini karena jumlah agen pos yang melebihi jumlah desa yang telah disebutkan oleh Dirut PT. Pos Indonesia sehingga sangat memungkinkan untuk menjangkau hingga ke tingkat desa. (rls/riz)










