Jumat, 2 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

BKKBN Terus Upayakan Percepatan Penurunan Stunting di Tanah Air

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
15 September 2022
in Nasional
A A
0
BKKBN Terus Upayakan Percepatan Penurunan Stunting di Tanah Air
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan upaya program percepatan penurunan stunting di tanah air. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan audit kasus stunting penting dilakukan untuk menggali kasus-kasus stunting yang sulit untuk diatasi dan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran tertentu.

Audit kasus stunting, kata dokter Hasto, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, audit kasus stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas dalam Rencana Aksi Nasional.

“Audit ini bukan audit akuntabilitas, melainkan audit maternal perinatal yang tujuannya adalah untuk mencegah kasus kematian ibu dan bayi, yang kemudian ditelusuri penyebabnya, apakah ada dalam rantai pelayanan atau faktor yang lain”, kata dokter Hasto saat membuka Coaching Audit Kasus Stunting Sesi III yang digelar secara daring,(13/08).

Dokter Hasto menjelaskan, jika ditemukan kasus tersebut di sebuah wilayah, maka tim audit stunting bisa segera bergerak untuk mendata dan menyampaikannya kepada dokter ahli untuk segera mendapat rekomendasi.

Artikel Terkait

Daftar Tarif Listrik Oktober 2026, Ini Harga per kWh untuk 13 Golongan Pelanggan

Kejagung Limpahkan 6 Tersangka Korupsi MBG ke Penuntut Umum, Kerugian Negara Rp10 Triliun

Gus Kikin Targetkan Pelantikan Pengurus PBNU 2026-2031 Sekitar Hari Santri

“Nah kasus ini dibawa dalam audit stunting kemudian dihadirkan dokter-dokter. Misal kasus hamil tapi bermasalah. Ada lagi kasus bayi yang sudah lahir yang panjang badannya kurang dari 48 sentimeter. Sudah dikasih ASI eksklusif sampai enam bulan ternyata tidak menunjukan pertumbuhan panjang badan yang sesuai umur. Ini dibawa di audit stunting,” ujarnya.

Dokter Hasto berharap, semua pihak yang berkaitan dengan program percepatan penurunan stunting selalu aktif melakukan analisis intervensi spesifik dan sensitif agar semua kasus stunting mendapat solusinya.

Sementara itu, Direktur Bina Keluarga Balita (Ditbalnak) BKKBN dr. Irma Ardina, MAPS mengatakan, kegiatan ini memuat empat indikator dengan cakupan di seluruh kabupaten dan kota yang meliputi pembentukan tim audit kasus stunting, pelaksanaan audit, diseminasi audit dan evaluasi tindak lanjut audit kasus stunting dan manajemen pendampingan keluarga.

“Selain itu, untuk mengidentifikasi risiko stunting, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai pencegahan, penanganan kasus, perbaikan tata laksana kasus dan pemberian rekomendasi penanganan kasus”, kata dokter Irma.

Senada dengan BKKBN, Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Ni Made Diah Permata Laksmi D, MKM mengatakan masalah stunting merupakan dampak dari kondisi gizi dan kesehatan pada periode sebelum dan setelah bayi lahir. Oleh karena itu, intervensi sangat perlu diarahkan agar dapat diberikan sesuai standar.

“Kami harap intervensi spesifik dan sensitif dapat ditelusuri sehingga kemudian ada masukan kepada kami apa yang perlu ditindaklanjuti baik dari kesehatan maupun sektor lain. Hasil deteksi dini mohon bisa diupayakan sehingga bayi balita bisa ditindaklanjuti,” ujar Ni Made.

Dalam kesempatan ini, terdapat tiga Kabupaten/Kota yang menyampaikan proses dan rencana tindak lanjut Audit Kasus Stunting, yaitu Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat, Kota Yogyakarta Provinsi D. I. Yogyakarta dan Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh.

Sebagai bentuk kolaborasi tindak lanjut penanganan sasaran atas inisiasi dan peran satgas dalam upaya konvergensi, beberapa mitra menjalin kerjasama dengan lokus stunting Sukabumi, Yogyakarta dan Bener Meriah dalam percepatan penurunan stunting. Kerjasama tersebut berupa bantuan yang diberikan mitra kepada tiga Kabupaten/Kota.

Bantuan pertama diberikan oleh Dompet Dhuafa kepada dua baduta sasaran audit. Bantuan tersebut berupa Fasilitas Transportasi Rujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Tatalaksana medis sesuai rekomendasi tim pakar dari Dompet Duhafa. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager Kesehatan Dompet Duhafa dr. Yeni Purnamasari, M.KM kepada Wakil Walikota Sukabumi H. Andri S. Hamami.

Bantuan kedua diberikan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Koperasi Kopi Gayo dan SATGAS Penurunan Stunting Provinsi Aceh kepada satu calon pengantin dan baduta sasaran audit. Bantuan tersebut berupa sembako dan makanan bayi, uang tunai sebesar Rp1.200.000/bulan selama 6 bulan dan uang tunai sebesar Rp450.000/bulan selama 4 bulan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada PJ Bupati Bener Meriah.

Bantuan ketiga diberikan oleh Baznas dan TP-PKK Yogyakarta kepada sasaran audit kelurahan Kincak dan Pringgokusuman. Bantuan tersebut berupa telur sebanyak 2.000 butir untuk baduta dan ibu hamil serta alat infantometer. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada lurah lokus stunting kelurahan Kincak dan Pringgokusuman dan Camat lokus stunting. (why)

Topik: BKKBNdompet dhuafaPemprov Jawa BaratStuntingwalikota sukabumi

TerkaitBerita

Daftar Tarif Listrik Oktober 2026, Ini Harga per kWh untuk 13 Golongan Pelanggan
Nasional

Daftar Tarif Listrik Oktober 2026, Ini Harga per kWh untuk 13 Golongan Pelanggan

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Kejagung Limpahkan 6 Tersangka Korupsi MBG ke Penuntut Umum, Kerugian Negara Rp10 Triliun
Nasional

Kejagung Limpahkan 6 Tersangka Korupsi MBG ke Penuntut Umum, Kerugian Negara Rp10 Triliun

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Gus Kikin Targetkan Pelantikan Pengurus PBNU 2026-2031 Sekitar Hari Santri
Nasional

Gus Kikin Targetkan Pelantikan Pengurus PBNU 2026-2031 Sekitar Hari Santri

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
BANTUAN SOSIAL: Warga penerima manfaat antre mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Indramayu, Jawa Barat pada 23 Mei 2023. (Foto Ilustrasi: ANTARA/Dedhez Anggara)
Nasional

Pemerintah Janjikan Subsidi Upah Rp 300 Ribu Per Orang Sampai Akhir Tahun

oleh Editor : Memoarto
1 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Sektor J Juara Liga Silaturahmi Puri Arraya 2026, Pererat Kebersamaan Warga Antar Sektor

Liga Silaturahmi Puri Arraya 1 Tahap 2, Tahun 2026 Pererat Kebersamaan Warga Antar Sektor

1 Oktober 2026
Sektor J Juara Liga Silaturahmi Puri Arraya 2026, Pererat Kebersamaan Warga Antar Sektor

Sektor J Juara Liga Silaturahmi Puri Arraya 2026, Pererat Kebersamaan Warga Antar Sektor

1 Oktober 2026
Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Pada Generasi Muda Lewat Sesi ‘Alumni Calling’ Indonesia Punya Kamu 2026

Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Pada Generasi Muda Lewat Sesi ‘Alumni Calling’ Indonesia Punya Kamu 2026

1 Oktober 2026
UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027

UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027

1 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4825 shares
    Share 1930 Tweet 1206
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya