Senin, 8 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

BMKG Klarifikasi Hoaks Dampak Berbahaya Operasi Modifikasi Cuaca

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
29 Januari 2026
in Nasional
A A
0
BMKG
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur, berbasis sains, dan ditujukan untuk melindungi masyarakat di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan OMC dijalankan sebagai respons atas menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya risiko cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Pernyataan ini sekaligus menanggapi beredarnya narasi di medtaia sosial yang menyebut OMC berisiko menjadi “bom waktu”, karena dianggap dapat membuat cuaca tidak stabil, memicu fenomena kolam udara dingin (cold pool), memindahkan hujan ke wilayah lain, hingga menimbulkan rasa aman palsu di masyarakat.

Tri menjelaskan bahwa cold pool merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami dan selalu terbentuk setiap kali terjadi hujan, baik secara alami maupun melalui OMC. Fenomena tersebut terjadi akibat penguapan air hujan di bawah awan badai yang mendinginkan udara dan membentuk massa udara padat yang turun ke permukaan.

Artikel Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Diminta Evakuasi

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

Menurutnya, mengaitkan cold pool sebagai dampak berbahaya dari OMC merupakan kekeliruan secara ilmiah. Hal itu karena OMC dengan teknik penyemaian awan tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah terbentuk dan jenuh secara alami.

“Tujuan OMC murni untuk mitigasi bencana, yakni menambah atau mengurangi curah hujan sesuai kebutuhan pengendalian risiko, bukan memicu ketidakstabilan cuaca. Secara skala energi, teknologi manusia saat ini juga tidak mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar seperti yang dikhawatirkan,” ujar Tri, Rabu (28/1/2026).

Terkait anggapan bahwa OMC memindahkan hujan ke wilayah lain, Tri menjelaskan terdapat dua metode yang digunakan. Pertama, jumping process method dengan menyemai awan di laut agar hujan turun sebelum mencapai daratan. Kedua, competition method untuk meluruhkan intensitas awan yang tumbuh di daratan agar tidak berkembang menjadi awan hujan ekstrem.

Ia menambahkan bahwa kejadian banjir sangat dipengaruhi oleh kemampuan lingkungan dalam merespons curah hujan. Sebagai contoh, hilangnya sekitar 800 situ atau danau resapan di wilayah Jabodetabek sejak 1930-an menjadi salah satu faktor utama berkurangnya daya resap air.

BMKG menekankan bahwa penataan lingkungan tetap menjadi langkah utama dalam penanganan banjir, namun harus berjalan paralel dengan upaya pengendalian curah hujan melalui OMC.

Ke depan, penguatan kapasitas modifikasi cuaca serta perbaikan tata lingkungan dinilai perlu terus dilakukan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata. (hai)

Topik: BMKG

TerkaitBerita

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Diminta Evakuasi
Nasional

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Diminta Evakuasi

oleh Editor : Affandy
8 Juni 2026
Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional
Nasional

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026
Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2
Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

oleh Editor : Anggoro
7 Juni 2026
Menaker Buka Orientasi Program Pemagangan Nasional Batch III
Nasional

Menaker Sampaikan Pentingnya Pelindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah

oleh Editor : Anggoro
6 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

10 Jurusan Kuliah yang Sulit Digantikan AI, Tetap Menjanjikan di Era Teknologi

10 Jurusan Kuliah yang Sulit Digantikan AI, Tetap Menjanjikan di Era Teknologi

8 Juni 2026
BGN Bantah Isu Dana Operasional MBG Belum Cair, Seluruh Banper Diklaim Sudah Disalurkan

BGN Bantah Isu Dana Operasional MBG Belum Cair, Seluruh Banper Diklaim Sudah Disalurkan

8 Juni 2026
Dembele: Prancis Ingin Berikan Perpisahan Manis untuk Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

Dembele: Prancis Ingin Berikan Perpisahan Manis untuk Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

8 Juni 2026
Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

8 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3454 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    354 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Toyota Innova Crysta: MPV Premium Bermesin Tangguh dengan Kabin Luas dan Nyaman

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya