Kamis, 12 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Nasional

BMKG Klarifikasi Hoaks Dampak Berbahaya Operasi Modifikasi Cuaca

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
29 Januari 2026
in Nasional
0
BMKG
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan di Indonesia merupakan langkah mitigasi bencana yang terukur, berbasis sains, dan ditujukan untuk melindungi masyarakat di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan OMC dijalankan sebagai respons atas menurunnya daya dukung lingkungan serta meningkatnya risiko cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Pernyataan ini sekaligus menanggapi beredarnya narasi di medtaia sosial yang menyebut OMC berisiko menjadi “bom waktu”, karena dianggap dapat membuat cuaca tidak stabil, memicu fenomena kolam udara dingin (cold pool), memindahkan hujan ke wilayah lain, hingga menimbulkan rasa aman palsu di masyarakat.

Tri menjelaskan bahwa cold pool merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami dan selalu terbentuk setiap kali terjadi hujan, baik secara alami maupun melalui OMC. Fenomena tersebut terjadi akibat penguapan air hujan di bawah awan badai yang mendinginkan udara dan membentuk massa udara padat yang turun ke permukaan.

Artikel Terkait

Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung

Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026

Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

Menurutnya, mengaitkan cold pool sebagai dampak berbahaya dari OMC merupakan kekeliruan secara ilmiah. Hal itu karena OMC dengan teknik penyemaian awan tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah terbentuk dan jenuh secara alami.

“Tujuan OMC murni untuk mitigasi bencana, yakni menambah atau mengurangi curah hujan sesuai kebutuhan pengendalian risiko, bukan memicu ketidakstabilan cuaca. Secara skala energi, teknologi manusia saat ini juga tidak mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar seperti yang dikhawatirkan,” ujar Tri, Rabu (28/1/2026).

Terkait anggapan bahwa OMC memindahkan hujan ke wilayah lain, Tri menjelaskan terdapat dua metode yang digunakan. Pertama, jumping process method dengan menyemai awan di laut agar hujan turun sebelum mencapai daratan. Kedua, competition method untuk meluruhkan intensitas awan yang tumbuh di daratan agar tidak berkembang menjadi awan hujan ekstrem.

Ia menambahkan bahwa kejadian banjir sangat dipengaruhi oleh kemampuan lingkungan dalam merespons curah hujan. Sebagai contoh, hilangnya sekitar 800 situ atau danau resapan di wilayah Jabodetabek sejak 1930-an menjadi salah satu faktor utama berkurangnya daya resap air.

BMKG menekankan bahwa penataan lingkungan tetap menjadi langkah utama dalam penanganan banjir, namun harus berjalan paralel dengan upaya pengendalian curah hujan melalui OMC.

Ke depan, penguatan kapasitas modifikasi cuaca serta perbaikan tata lingkungan dinilai perlu terus dilakukan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata. (hai)

Topik: BMKG
Sebelumnya

Perlindungan Privasi Terbaru Segera Hadir di Samsung Galaxy

Selanjutnya

Ifan Seventeen Pulang ke Akar Musik Pop Lewat Album Resonance

TerkaitBerita

Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung
Nasional

Negosiasi Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab Segera Rampung

oleh Editor : Affandy
11 Maret 2026
Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026
Nasional

Kemenhut Melalui Ditjen Gakkumhut Lanjutkan Operasi Merah Putih 2026

oleh Editor : Anggoro
10 Maret 2026
Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI
Pendidikan

Menaker Yassierli Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

oleh Editor : Anggoro
10 Maret 2026
Komut Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026
Nasional

Komut Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026

oleh Editor : Affandy
10 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel

Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel

11 Maret 2026
Morazen

Menikmati Dua Wajah Yogyakarta dalam Satu Perjalanan

11 Maret 2026
Bebas Penjara, Olivia Nathania Kirim Surat Terbuka: Nama Baik Saya Sudah Rusak, Sulit Cari Kerja

Bebas Penjara, Olivia Nathania Kirim Surat Terbuka: Nama Baik Saya Sudah Rusak, Sulit Cari Kerja

11 Maret 2026
Terseret dalam Gugatan Rp 8,1 Miliar Kasus CPNS Bodong, Nia Daniaty Tegaskan Tak Terlibat Masalah Olivia Nathania

Terseret dalam Gugatan Rp 8,1 Miliar Kasus CPNS Bodong, Nia Daniaty Tegaskan Tak Terlibat Masalah Olivia Nathania

11 Maret 2026

Terpopuler

  • Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    532 shares
    Share 213 Tweet 133
  • Honda X-Tracker 2026: Motor Bebek Trail Rp16 Jutaan dengan ABS yang Siap Taklukkan Segala Medan

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya