Senin, 31 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

BNPB Catat 9.765 Gempa Susulan Guncang NTT, 155 Kali Dirasakan Warga

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
in Nasional
A A
0
BNPB Catat 9.765 Gempa Susulan Guncang NTT, 155 Kali Dirasakan Warga

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 9.765 gempa susulan terjadi setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 155 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Data tersebut disampaikan BNPB berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan setelah gempa utama.

“Kami memperoleh laporan atau data dari BMKG sebanyak 9.765 gempa susulan yang sudah terjadi. Dan yang dapat dirasakan 155 kali,” kata Berton dalam konferensi pers secara daring, Minggu (30/8/2026).

Artikel Terkait

Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

Muktamar NU Ke-35 Ricuh, Perdebatan Aturan Masa Jeda Eks Pejabat Politik Memanas

BNPB Sebut Titik Api Karhutla di Kalbar dan Kalteng Bertambah

Berton menjelaskan, magnitudo gempa susulan yang terjadi cukup beragam. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil memiliki magnitudo 1.

Menurut dia, masyarakat di wilayah terdampak masih perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Dan gempa-gempa seperti ini bisa dialami hingga 3-4 minggu setelah gempa terjadi,” ujarnya.

BNPB terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pascagempa bersama instansi terkait. Pemantauan tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat terus dilakukan.

Di sisi lain, BNPB melaporkan belum terdapat penambahan korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 tersebut.

Meski demikian, jumlah korban luka masih mencapai 1.631 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 orang mengalami luka berat, sedangkan 1.408 orang lainnya mengalami luka ringan.

BNPB menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT.

Selain korban luka, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat mencapai 188.161 jiwa.

Para pengungsi tersebar di sejumlah wilayah terdampak, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai.

“Ini masing-masing sebesar 50.000 jiwa lebih,” kata Berton.

Kabupaten Nagekeo tercatat menampung sekitar 50.574 pengungsi, sementara Kabupaten Manggarai mencapai 50.556 pengungsi.

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan infrastruktur dan bangunan milik masyarakat. BNPB mencatat sebanyak 95.567 unit rumah mengalami kerusakan.

Namun, data tersebut masih akan melalui proses verifikasi untuk menentukan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.

“Sedangkan infrastruktur rumah yang rusak sebesar 95.567 unit dan ini akan diverifikasi nantinya, apalagi ini rusak ringan, sedang atau rusak berat,” jelas Berton.

Verifikasi tingkat kerusakan menjadi penting untuk menentukan kebutuhan penanganan serta bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak.

Dengan masih tingginya aktivitas gempa susulan, pemerintah bersama pemerintah daerah dan lembaga terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah terdampak. Masyarakat juga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Kondisi pascagempa di NTT hingga kini masih membutuhkan perhatian, terutama untuk memastikan keselamatan pengungsi, pemulihan fasilitas yang rusak, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan dalam beberapa pekan ke depan.(dhil/kmps)

Topik: BNPBGempaNTT

TerkaitBerita

Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik
Peristiwa

Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
Muktamar NU Ke-35 Ricuh, Perdebatan Aturan Masa Jeda Eks Pejabat Politik Memanas
Nasional

Muktamar NU Ke-35 Ricuh, Perdebatan Aturan Masa Jeda Eks Pejabat Politik Memanas

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
TAMBAH PASUKAN: Hotspot karhutla Kalsel terus naik. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Nasional

BNPB Sebut Titik Api Karhutla di Kalbar dan Kalteng Bertambah

oleh Editor : Memoarto
31 Agustus 2026
Kebakaran Melanda Bedeng Proyek Dekat RS PIK Jakut, Diduga akibat Korsleting
Peristiwa

Kebakaran Melanda Bedeng Proyek Dekat RS PIK Jakut, Diduga akibat Korsleting

oleh Editor : Affandy
30 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Tekan Stunting Hingga 3,04%, Kudus Targetkan Zero Stunting di 2030 Lewat Festival Keluarga Sehat

Tekan Stunting Hingga 3,04%, Kudus Targetkan Zero Stunting di 2030 Lewat Festival Keluarga Sehat

31 Agustus 2026
IDETIMUR Ungkap Alasan Pindahkan Aset Musisi ke Aggregator Baru

IDETIMUR Ungkap Alasan Pindahkan Aset Musisi ke Aggregator Baru

31 Agustus 2026
Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

31 Agustus 2026
BNPB Pastikan Sekolah di NTT Kembali Dibuka Senin Pascagempa M 7,7

BNPB Pastikan Sekolah di NTT Kembali Dibuka Senin Pascagempa M 7,7

31 Agustus 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Sutradara Eugene Panji Tutup Usia, Ini Karya yang Pernah Digarapnya

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Lamine Yamal Menangis Tampil Tak Sesuai Harapan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Selangkah Lagi Enzo Fernandez Ke Manchester City

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya