Koranindopos.com – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemetaan potensi bencana hidrometeorologi basah yang diperkirakan melanda berbagai wilayah di Indonesia menjelang akhir tahun 2026 hingga awal tahun 2027.
Berdasarkan analisis kondisi historis dan dinamika cuaca, BNPB mencatat sebanyak 253 kabupaten/kota berpotensi diterjang banjir, sementara 202 kabupaten/kota berpotensi mengalami tanah longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan data pemetaan ini dalam keterangannya kepada publik pada Selasa (27/10/2026).
“Secara jumlah dapat kami sampaikan di akhir tahun ini maupun di awal tahun 2027, ada 253 kabupaten/kota yang berpotensi terjadi banjir dan 202 kabupaten/kota berpotensi terjadi longsor,” jelas Berton.
Berdasarkan data spasial BNPB, Pulau Sumatra menjadi kawasan dengan jumlah kabupaten/kota rawan banjir terbanyak di Indonesia. Berikut adalah rincian peta potensi banjir di berbagai kepulauan:
-
Sumatra: 87 kabupaten/kota
-
Jawa: 50 kabupaten/kota
-
Sulawesi: 41 kabupaten/kota
-
Kalimantan: 26 kabupaten/kota
-
Bali dan Nusa Tenggara: 19 kabupaten/kota
-
Papua: 17 kabupaten/kota
-
Maluku: 13 kabupaten/kota
Berbeda dengan pemetaan banjir, risiko bencana tanah longsor paling banyak terkonstrasi di Pulau Jawa akibat tingginya kontur perbukitan dan kemiringan lereng yang rentan terhadap pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.
Rincian daerah berpotensi tanah longsor mencakup:
-
Jawa: 75 kabupaten/kota
-
Sumatra: 48 kabupaten/kota
-
Sulawesi: 31 kabupaten/kota
-
Bali dan Nusa Tenggara: 18 kabupaten/kota
-
Kalimantan: 12 kabupaten/kota
-
Papua: 11 kabupaten/kota
-
Maluku: 7 kabupaten/kota
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat luas untuk memperkuat kesiapsiagaan, terutama saat intensitas hujan mulai meningkat dengan durasi yang lama.
Masyarakat yang tinggal di daerah rentan, seperti tepi aliran sungai maupun kawasan lereng tebing, diminta untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman apabila hujan lebat turun secara terus-menerus.
“Masyarakat diimbau untuk mencari tempat yang lebih aman bila lokasi telah diguyur hujan dalam durasi lama, seperti meninggalkan daerah yang berpotensi longsor atau pergi ke lokasi yang lebih tinggi ketika ancaman banjir muncul,” pungkas Berton.(dhil/kmps)










