koranindopos.com – Jakarta. BPJS Kesehatan mengingatkan para peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan sebagai langkah antisipasi menjelang masa cuti bersama dan libur Idul Fitri yang akan berlangsung pekan depan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan skrining kesehatan penting dilakukan guna mengetahui lebih dini risiko penyakit kronis yang mungkin dialami masyarakat.
“Skrining Riwayat Kesehatan penting untuk mendeteksi risiko penyakit kronis yang mungkin saja dialami oleh masyarakat, apalagi saat ini tren pengidap penyakit kronis juga banyak dialami masyarakat berusia muda,” ujar Rizzky dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Menurut data BPJS Kesehatan, sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat sekitar 22,68 juta peserta JKN telah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 7,1 juta peserta atau sekitar 39 persen terindikasi memiliki risiko terhadap sejumlah penyakit kronis. Beberapa penyakit yang paling banyak terdeteksi risikonya antara lain Hipertensi, Stroke, serta Penyakit Jantung.
Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya deteksi dini agar masyarakat dapat segera melakukan pemeriksaan lanjutan maupun perubahan gaya hidup untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius.
BPJS Kesehatan menilai skrining kesehatan juga penting dilakukan sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran. Aktivitas mudik yang biasanya memakan waktu lama dapat menjadi tantangan bagi seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, peserta JKN diharapkan dapat melakukan langkah pencegahan, seperti berkonsultasi dengan tenaga medis, mengatur pola makan, serta mempersiapkan obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan.
BPJS Kesehatan juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining yang tersedia melalui fasilitas kesehatan maupun secara digital agar risiko penyakit dapat diketahui sejak dini dan ditangani dengan tepat.(dhil)










