koranindopos.com – Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta menurun pada November lalu. Penurunannya sebesar 1,31 persen dari 8,50 persen pada Agustus 2022. ”TPT pada November 2022 menurun menjadi 7,18 persen,” kata Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono kepada awak media.
Menurut Anggoro, secara keseluruhan, persentase penurunan TP itu karena jumlah pekerja di Jakarta bertambah 138 ribu orang, sedangkan pengangguran berkurang 63 ribu orang. Lebih lanjut, dia menjelaskan, penurunan itu karena peningkatan sektor formal. Dari hasil pemantauan, sektor formal di Jakarta semakin mendominasi penyerapan tenaga kerja di Jakarta. Berdasar data Sakernas, Agustus 2022 mencatat sebanyak 63,12 persen penduduk Jakarta yang bekerja berada di sektor formal. ”Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya tenaga kerja terdidik, yakni lulusan SMA ke atas. Pekerja sektor formal bertambah 153 ribu orang yang berasal dari tambahan tenaga kerja baru dan juga peralihan pekerja dari sektor informal. Sebaliknya, pekerja informal berkurang 15 ribu orang,” katanya.
Berdasar data, Anggoro juga menjelaskan, jumlah pekerja sektor formal pada awal pandemi Covid-19 (Agustus 2020) hanya sebanyak 2,88 juta orang. Namun, pada Agustus 2022 sudah naik menjadi 3,08 juta orang atau naik 5,22 persen.
”Peningkatan jumlah pekerja sektor formal mengindikasikan adanya peningkatan jumlah pekerja yang lebih berkualitas di Jakarta. Seperti yang telah diketahui bahwa untuk menjadi pekerja sektor formal (buruh/ karyawan/pegawai dan pengusaha yang dibantu buruh tetap/dibayar) diperlukan pendidikan dan keahlian tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Andri Yansyah menuturkan, senada dengan data BPS bahwa TPT Jakarta pada November menurun menjadi 7,18 persen. Penurunan TPT di Jakarta itu disebutkannya seiring dengan kasus Covid-19 yang terkendali di Jakarta.
”Jadi, kalau DKI itu, TPT cepat turun, cepat juga naik. Karena DKI itu perekonomiannya ditentukan dari pada kegiatan aktivita warganya. Karena semua bertumpu pada perdagangan barang dan jasa, ya tatkala pandemi sudah menurun, kegiatan-kegiatan sudah bisa dilaksanakan, pertemuan sudah dilaksanakan, insya allah akan meningkat,” ujarnya. (wyu/mmr).










