Koranindopos.com – Jakarta. Putra Siregar bukanlah nama baru dalam dunia bisnis di Indonesia. Sebagai salah satu pengusaha muda yang sukses, ia telah membangun reputasi yang kuat melalui berbagai usaha yang dimilikinya, salah satunya bisnis jual handphone dengan nama PStore.
Seiring berjalannya waktu, Putra Siregar tidak hanya puas dengan bisnis handphone saja. Ia mulai memperluas cakupan usahanya ke berbagai bidang lain seperti aksesoris handphone, laptop, hingga makanan dan fesyen.
“Saat ini, saya mengelola 23 unit bisnis. Banyak dari bisnis tersebut berlokasi di Condet, mulai dari handphone, gadget, aksesoris, hingga fesyen dan sepatu,” ujar Putra Siregar saat grand opening PStore di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2024).

Keberhasilan bisnis Putra tidak lepas dari dedikasinya yang tinggi. Meski memiliki banyak outlet yang tersebar di berbagai tempat, Putra tetap meluangkan waktu untuk mengunjungi setiap tokonya demi memastikan operasional berjalan lancar.
“Setiap hari saya harus keliling ke toko-toko, hingga sering pulang subuh. Istri saya sering mengingatkan tentang pola hidup yang tidak sehat ini,” jelasnya.
Dalam upaya untuk memperbaiki pola hidup dan meningkatkan efisiensi bisnisnya, Putra memutuskan untuk membangun sebuah toko besar PStore di kawasan Lenteng Agung. Toko ini dirancang untuk menampung semua unit bisnisnya dalam satu gedung, sehingga memudahkan pengawasan dan kontrol.
“Saya ingin semua bisnis saya berada di satu tempat, agar lebih mudah untuk mengelolanya dan memberikan pendidikan kepada karyawan,” katanya.
Putra juga memiliki visi jangka panjang yang jelas. Setelah sukses dengan toko besarnya di Jakarta, ia berencana untuk memperluas usahanya ke kota-kota besar lainnya di Jawa Barat, Kalimantan, dan Sulawesi.
“Target saya dalam lima tahun ke depan adalah membangun mini mal, mengakuisisi mal, dan memiliki 1 juta karyawan,” ungkap Putra Siregar dengan ambisi.
Untuk mencapai visi tersebut, Putra tengah fokus membangun sistem bisnis yang dapat berjalan secara autopilot. Ia juga berencana untuk mengembangkan bisnisnya ke dalam bentuk franchise dan bahkan memasuki bursa saham.
“Saya ingin membuka lapangan pekerjaan yang besar, karena saya sadar masih banyak pengangguran di Indonesia. Semoga langkah ini dapat berjalan perlahan tapi pasti,” tandasnya.










