Jumat, 24 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Ancam 3.400 Nyawa Penduduk di India

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
31 Mei 2026
in Internasional
A A
0
HAWA PANAS: Warga berjalan di bawah alat penyiram air yang dipasang saat musim panas terik di Varanasi, India pada Senin (27/4/2026). (Foto: Niharika Kulikarni/AFP)

HAWA PANAS: Warga berjalan di bawah alat penyiram air yang dipasang saat musim panas terik di Varanasi, India pada Senin (27/4/2026). (Foto: Niharika Kulikarni/AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, INDIA-Suhu udara akibat gelombang panas ekstrem di India semakin brutal, yakni mencapai 45 derajat Celsius. Para peneliti dari India Energy and Climate Center di University of California Berkeley, AS, mengkhawatirkan eskalasi panas tersebut akan mengancam puluhan ribu nyawa penduduk. Khususnya, wilayah utara, tengah, dan timur.

Peneliti Piyush Narang dan Ashok Gadgil dari India Energy and Climate Center di University of California Berkeley, AS, memperkirakan panas ekstrem sehari di negara itu berisiko menyebabkan 3.400 kematian tambahan, sementara lima hari gelombang panas bisa berakibat pada 30 ribu kematian.

Piyush mengatakan bahwa meskipun studi global menyoroti peningkatan angka kematian terkait panas, data spasial-temporal yang terperinci tentang bagaimana gelombang panas memengaruhi angka kematian di distrik-distrik di India masih sulit diakses oleh peneliti umum.

Tim tersebut, lanjut Piyush, mengadaptasi temuan dari analisis kota-kota tentang angka kematian terkait panas dari 10 kota di India untuk memperkirakan kematian tambahan di semua distrik di negara tersebut, dikutip dari NDTV.

Artikel Terkait

PM Malaysia Anwar Ibrahim Tak Gentar Dengan Gertakan AS

Iran Ancam Serang Kepentingan AS di Timur Tengah

Prancis Segera Larang Anak Di Bawah Usia 15 Tahun Gunakan Medsos

”Kematian tambahan adalah metrik kesehatan masyarakat yang mengacu pada perbedaan antara total kematian selama periode tertentu dan kematian yang diperkirakan akan terjadi berdasarkan data historis,” katanya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Environmental Health itu mengintegrasikan rata-rata kematian di tingkat distrik dari Sistem Registrasi Sipil dan proyeksi populasi 2024 untuk mendapatkan perkiraan kematian tingkat distrik dalam skenario gelombang panas satu hari dan lima hari. “Kami memperkirakan bahwa satu hari panas ekstrem menyebabkan sekitar 3.400 kematian berlebih secara nasional; gelombang panas lima hari menyebabkan hampir 30.000,” tulisnya.

Kondisi gelombang panas hingga gelombang panas ekstrem terjadi di India bagian utara, tengah, dan timur. Suhu secara konsisten melebihi 45 derajat Celsius terjadi di Madhya Pradesh, Rajasthan, sebagian Uttar Pradesh dan Haryana selama beberapa hari terakhir.

Pemetaan risiko kematian akibat panas ke masing-masing distrik mengungkapkan bahwa negara bagian Uttar Pradesh saja menyumbang sekitar 8.100 kematian berlebih selama gelombang panas lima hari, sementara kematian berlebih di distrik-distrik, termasuk Ahmedabad, Jaipur, dan Surat, masing-masing melebihi 250 dalam satu kejadian. (cnni/mmr)

Topik: india

TerkaitBerita

KETERANGAN PERS: Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengancam akan mengusir semua warga Israel dari Malaysia. (Foto: AFP/Mohd Rasfan)
Internasional

PM Malaysia Anwar Ibrahim Tak Gentar Dengan Gertakan AS

oleh Editor : Memoarto
24 Juli 2026
SITUS NUKLIR: Pegunungan Pickaxe yang merupakan situs nuklir utama milik Iran ini diincar oleh Presiden AS Donald Trump untuk diambil alih. (REUTERS/VANTOR)
Internasional

Iran Ancam Serang Kepentingan AS di Timur Tengah

oleh Editor : Memoarto
23 Juli 2026
LINDUNGI ANAK: Dua anak sedang bermain dengan latar belakang Menara Eiffel di Paris. Pemerintah Prancis akan melarang anak di bawah usia 15 tahun menggunakan medsos. (Foto Ilustrasi: Dok./civitatis.com)
Internasional

Prancis Segera Larang Anak Di Bawah Usia 15 Tahun Gunakan Medsos

oleh Editor : Memoarto
22 Juli 2026
DIPLOMATIK: KBRI Indonesia di Kyiv, Ukraina telah menyampaikan nota diplomatik RI ke Kemenlu Armenia terkait kematian seorang WNI asal Maros, Sulawesi Selatan. (Foto: Kementerian Luar Negeri RI)
Internasional

RI Kirim Nota Diplomatik Ke Kemlu Armenia Terkait WNI Tewas Dibunuh

oleh Editor : Memoarto
21 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Ajil Ditto Wujudkan Impian Bermain Dengan Anak Disabilitas di Film ‘Istimewa’

Ajil Ditto Wujudkan Impian Bermain Dengan Anak Disabilitas di Film ‘Istimewa’

24 Juli 2026
IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

23 Juli 2026
TULOLA, BCA, dan Pertamina Hadirkan Kawan Nusantara 2026, Angkat Tema “Evolusi” Warisan Budaya Indonesia

TULOLA, BCA, dan Pertamina Hadirkan Kawan Nusantara 2026, Angkat Tema “Evolusi” Warisan Budaya Indonesia

23 Juli 2026
KEWENANGAN LUAS: Armada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat seremonial serah terima beberapa waktu lalu.(Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Dirut Agrinas Pangan Tak Tahu Soal Pengadaan Kipas Rp 1,8 T

24 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4020 shares
    Share 1608 Tweet 1005
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    584 shares
    Share 234 Tweet 146
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BMW New iX3, SUV Listrik Premium dengan Performa Tinggi dan Teknologi Masa Depan

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya