Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Gelombang Panas Ekstrem Ancam 3.400 Nyawa Penduduk di India

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
31 Mei 2026
in Internasional
A A
0
HAWA PANAS: Warga berjalan di bawah alat penyiram air yang dipasang saat musim panas terik di Varanasi, India pada Senin (27/4/2026). (Foto: Niharika Kulikarni/AFP)

HAWA PANAS: Warga berjalan di bawah alat penyiram air yang dipasang saat musim panas terik di Varanasi, India pada Senin (27/4/2026). (Foto: Niharika Kulikarni/AFP)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, INDIA-Suhu udara akibat gelombang panas ekstrem di India semakin brutal, yakni mencapai 45 derajat Celsius. Para peneliti dari India Energy and Climate Center di University of California Berkeley, AS, mengkhawatirkan eskalasi panas tersebut akan mengancam puluhan ribu nyawa penduduk. Khususnya, wilayah utara, tengah, dan timur.

Peneliti Piyush Narang dan Ashok Gadgil dari India Energy and Climate Center di University of California Berkeley, AS, memperkirakan panas ekstrem sehari di negara itu berisiko menyebabkan 3.400 kematian tambahan, sementara lima hari gelombang panas bisa berakibat pada 30 ribu kematian.

Piyush mengatakan bahwa meskipun studi global menyoroti peningkatan angka kematian terkait panas, data spasial-temporal yang terperinci tentang bagaimana gelombang panas memengaruhi angka kematian di distrik-distrik di India masih sulit diakses oleh peneliti umum.

Tim tersebut, lanjut Piyush, mengadaptasi temuan dari analisis kota-kota tentang angka kematian terkait panas dari 10 kota di India untuk memperkirakan kematian tambahan di semua distrik di negara tersebut, dikutip dari NDTV.

Artikel Terkait

RI Kirim Nota Diplomatik Ke Kemlu Armenia Terkait WNI Tewas Dibunuh

Malaysia Turunkan Harga BBM RON 95 Jadi Rp 15 Ribuan

Militer Kuwait Cegat Rudal dan Drone Iran

”Kematian tambahan adalah metrik kesehatan masyarakat yang mengacu pada perbedaan antara total kematian selama periode tertentu dan kematian yang diperkirakan akan terjadi berdasarkan data historis,” katanya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Environmental Health itu mengintegrasikan rata-rata kematian di tingkat distrik dari Sistem Registrasi Sipil dan proyeksi populasi 2024 untuk mendapatkan perkiraan kematian tingkat distrik dalam skenario gelombang panas satu hari dan lima hari. “Kami memperkirakan bahwa satu hari panas ekstrem menyebabkan sekitar 3.400 kematian berlebih secara nasional; gelombang panas lima hari menyebabkan hampir 30.000,” tulisnya.

Kondisi gelombang panas hingga gelombang panas ekstrem terjadi di India bagian utara, tengah, dan timur. Suhu secara konsisten melebihi 45 derajat Celsius terjadi di Madhya Pradesh, Rajasthan, sebagian Uttar Pradesh dan Haryana selama beberapa hari terakhir.

Pemetaan risiko kematian akibat panas ke masing-masing distrik mengungkapkan bahwa negara bagian Uttar Pradesh saja menyumbang sekitar 8.100 kematian berlebih selama gelombang panas lima hari, sementara kematian berlebih di distrik-distrik, termasuk Ahmedabad, Jaipur, dan Surat, masing-masing melebihi 250 dalam satu kejadian. (cnni/mmr)

Topik: india

TerkaitBerita

DIPLOMATIK: KBRI Indonesia di Kyiv, Ukraina telah menyampaikan nota diplomatik RI ke Kemenlu Armenia terkait kematian seorang WNI asal Maros, Sulawesi Selatan. (Foto: Kementerian Luar Negeri RI)
Internasional

RI Kirim Nota Diplomatik Ke Kemlu Armenia Terkait WNI Tewas Dibunuh

oleh Editor : Memoarto
21 Juli 2026
HARGA BBM: Pejalan kaki berada di area SPBU Malaysia. (Foto: Faris Hadziq/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Internasional

Malaysia Turunkan Harga BBM RON 95 Jadi Rp 15 Ribuan

oleh Editor : Memoarto
20 Juli 2026
SERANGAN RUDAL: Bendera Iran dengan latar belakang peluncuran rudal. (Foto Ilustrasi: Minanews.net/Press TV)
Internasional

Militer Kuwait Cegat Rudal dan Drone Iran

oleh Editor : Memoarto
20 Juli 2026
SIAP MENYERANG: Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ancam perang makin meluas jika AS-Israel lanjut serang. (Foto Ilustrasi: via REUTERS/IRGC via Wana News Agency)
Internasional

Iran Ancam Serang Balik Amerika Serikat Lebih Besar

oleh Editor : Memoarto
19 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    568 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya