Koranindopos.com – JAKARTA – Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Arianto Kogoya, secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua di LPTQ Provinsi Papua, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membentuk karakter generasi muda Papua sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Puluhan pelajar tingkat SMA dan sederajat dari berbagai daerah di Papua mengikuti kompetisi tersebut dengan semangat persatuan dan sportivitas. LCC Empat Pilar tidak hanya menjadi ajang adu pengetahuan, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Dalam sambutannya, Arianto Kogoya menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI memiliki peran strategis dalam membangun karakter pelajar. Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
“LCC Empat Pilar MPR RI menjadi ruang pembelajaran kebangsaan yang menyenangkan, kompetitif, dan membangun karakter. Melalui kegiatan ini para peserta dilatih berpikir kritis, bekerja sama, menjunjung tinggi sportivitas, serta memahami nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa,” ujar Arianto.
Ia menilai, pelajar masa kini hidup di era digital dengan akses informasi yang sangat luas. Karena itu, pendidikan karakter dan penguatan nilai kebangsaan harus terus dilakukan agar generasi muda tetap memiliki rasa cinta tanah air, toleransi, dan semangat persatuan.
Arianto juga menyoroti posisi strategis Papua dalam pembangunan nasional. Dengan kekayaan sumber daya alam, budaya, dan potensi sumber daya manusia yang dimiliki, Papua dinilai memiliki peluang besar melahirkan generasi pemimpin masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Ia mengajak seluruh pelajar untuk terus menghidupkan semangat “Torang Bisa” sebagai simbol optimisme masyarakat Papua dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Semangat Torang Bisa mengandung keyakinan bahwa masyarakat Papua mampu berkarya, mampu berprestasi, dan mampu mengambil peran penting dalam membangun bangsa. Melalui pendidikan, kerja keras, dan penguatan karakter kebangsaan, anak-anak muda Papua hari ini akan menjadi pemimpin masa depan yang membawa Papua semakin maju,” katanya.
Menurut Arianto, penguatan Empat Pilar MPR RI semakin relevan di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi yang berpotensi mengikis nilai toleransi dan persatuan apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat.
Ia pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan yang terus berkomitmen menyelenggarakan LCC Empat Pilar MPR RI dan berharap partisipasi sekolah dari berbagai wilayah Papua semakin meningkat pada penyelenggaraan berikutnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak sembilan SMA dan sederajat terbaik berhasil lolos ke tingkat Provinsi Papua. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMAN 2 Jayapura, SMAN 4 Jayapura, SMAN 5 Jayapura, SMAN 1 Arso, SMAN Khusus Sains dan Bahasa, SMAN Al Fatah YPKP Sentani, SMA YPPK Taruna Bakti Jayapura, SMA YPPK Taruna Dharma, serta SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura.
Para peserta akan bersaing untuk memperebutkan tiket sebagai wakil Provinsi Papua pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa nilai-nilai Empat Pilar MPR RI harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar materi perlombaan.
“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar materi untuk dipelajari atau dilombakan, tetapi harus menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang dipahami serta dihayati oleh seluruh generasi muda Papua,” ujarnya.
Ia mengatakan keberagaman suku, bahasa, dan budaya di Papua merupakan kekuatan besar yang harus dijaga sebagai modal membangun daerah yang aman, maju, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi muda Papua yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa.
Rangkaian LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua secara resmi dibuka melalui pemukulan alat musik tradisional Papua, Tifa, yang menjadi simbol dimulainya kompetisi.
Acara tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI Heri Herawan, Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, jajaran pejabat Setjen MPR RI, pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, serta para dewan juri dari berbagai perguruan tinggi di Papua.
Melalui penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI, diharapkan semakin banyak generasi muda Papua yang memahami nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi dalam membangun masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.(Dhil)










