Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Cultivhacktion Solusi Digital untuk Membantu Tantangan Pertanian Indonesia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
13 Desember 2021
in Bisnis
A A
0
Cultivhacktion Solusi Digital untuk Membantu Tantangan Pertanian Indonesia

Cultivhacktion Solusi Digital untuk Membantu Tantangan Pertanian Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Gelaran Cultivhacktion, sebuah hackathon dengan topik sektor pertanian yang didukung oleh Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta diprakarsai oleh TaniHub Group, Kelompok Bank Dunia, dan Microsoft, mengumumkan tiga solusi yang terpilih sebagai pemenang. Sejak dibuka pada bulan September, hackathon yang diadakan dalam upaya menghadirkan solusi teknologi bagi percepatan digitalisasi ekosistem pertanian di Indonesia ini, mendapatkan antusiasme positif sebagaimana terlihat dari 30 proposal yang diterima. Proposal-proposal ini mencakup berbagai solusi digital dan rantai nilai (value chain). Dari proposal yang masuk, terpilih sepuluh tim untuk melaju ke babak berikutnya dan menerima mentoring dari para ahli di bidang pertanian, bisnis dan teknologi untuk mengembangkan solusi yang mereka buat, sebelum akhirnya dikerucutkan menjadi tiga pemenang.

Pamitra Wineka, CEO TaniHub Group mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi seluruh upaya yang telah ditunjukkan oleh para peserta dan ingin menyaksikan ide-ide terbaik dapat diaplikasikan menjadi solusi-solusi yang akan membantu para petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan usaha tani dan kesejahteraan mereka.

“Di TaniHub Group, kami percaya bahwa setiap orang dapat menciptakan dampak. Dengan visi ‘Agriculture for Everyone’, kami ingin mengakselerasi dampak positif dalam sektor pertanian Indonesia melalui penggunaan teknologi digital. Saya berharap Cultivhacktion dapat menginspirasi lebih banyak lagi anak-anak muda untuk menciptakan solusi-solusi baru yang dapat membantu pertanian dan, pada akhirnya, perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Adapun ketiga solusi dipilih berdasarkan penilaian atas inovasi, relevansi, implementasi/pelaksanaan, dampak dan keberlanjutan, kolaborasi, manajemen tim, serta penguasaan presentasi. Ketiga solusi tersebut berupaya menjawab beragam tantangan yang banyak ditemui di sektor pertanian pangan Indonesia:

Artikel Terkait

Beredar Isu Privatisasi, CIMB Group Tegas Bantah Rencana Delisting Bank CIMB Niaga (BNGA)bank cim

Creativillage WCCE 2026 Pamerkan Karya Kreatif Indonesia, dari Fashion Daur Ulang hingga Gym Lokal

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia

Teman Pasar (oleh Tim Teman Pasar) adalah platform belanja kebutuhan harian, mingguan, maupun bulanan di pasar tradisional terdekat di Indonesia. Penjual berbagai produk pertanian di pasar tradisional di 512 kabupaten/kota di Indonesia mencapai 12 juta penjual[1], namun jumlahnya mengalami penurunan sekitar 8% setiap tahun. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh pergeseran kebiasaan pembelian konsumen dari pasar tradisional ke pasar modern dalam 10 tahun terakhir. Oleh karena itu, Teman Pasar membantu dan memberdayakan para penjual pasar tradisional untuk menjangkau lebih banyak konsumen secara digital, membuka akses permodalan dan perbankan, dan memudahkan suplai produk dari pedagang di pasar induk dan dari petani yang telah berkolaborasi dengan Teman Pasar – sehingga dapat menyelesaikan permasalahan pertanian Indonesia dari hulu hingga hilir. Penjual yang akrab disapa sebagai Teman Pedagang ini hanya perlu mengunggah kios dan produknya ke aplikasi Teman Pasar, serta meng-update harga terbaru jika ada perubahan harga. Konsumen kemudian dapat menemukan kios dan produk Teman Pedagang dengan mudah. Lewat fitur “suka-suka” atau katalog produk pedagang, Teman Pasar menghadirkan pengalaman belanja seperti belanja langsung di pasar. Setelah konsumen melakukan pembelian, kurir (Teman Antar) akan mengambil barang dan mengantarkan pesanan ke konsumen. 

Dr. Tania (oleh Tim Neurafarm) adalah platform perlindungan dan pengelolaan tanaman berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dapat meminimalisasi risiko gagal panen, meningkatkan keuntungan petani kecil, dan mengurangi limbah kimia. Gagal panen merupakan ancaman bagi ketahanan pangan global dan telah menjadi beban keuangan bagi petani karena mengakibatkan kerugian tahunan sebesar 20-40%[2]. Dengan Dr. Tania, petani dapat mengelola penyakit pada tanaman dan mencegah gagal panen secara lebih mudah. Petani cukup mengambil foto tanaman, mendapatkan analisis kondisi tanaman dalam hitungan detik, memperoleh rekomendasi tentang cara merawat tanaman, dan mendapatkan produk yang tepat untuk merawat tanaman. Selain penyakit, ke depannya Dr. Tania juga akan dapat meningkatkan produktivitas petani melalui pertanian berbasis data dan memberikan informasi berskala besar yang dapat petani gunakan untuk memprediksi hasil panen, merencanakan dan memantau kerja lapangan, memberikan rekomendasi kepada petani di semua tahap pekerjaan, serta memprediksi penyakit tanaman dan munculnya hama.

PemPem (dari Tim PemPem) adalah software seluler untuk manajemen rantai pasokan bagi usaha mikro informal di pasar komoditas. Sebanyak 99% usaha di Indonesia adalah usaha mikro, kecil dan menengah. Banyak di antaranya bergerak di bidang pertanian, dan menyumbang 56% dari Produk Domestik Bruto Indonesia[3]. Kegiatan operasional dan keuangan mereka seringkali tidak dapat diandalkan, tidak terstruktur dan tidak terdokumentasi. PemPem bertujuan untuk menjawab tantangan ini dengan membantu memfasilitasi akses petani ke pasar secara efisien dan dapat diandalkan. Aplikasi seluler PemPem menyusun, mengoptimalkan, dan menghubungkan kegiatan operasional, keuangan, serta pengusaha mikro dalam rantai pasokan komoditas; meningkatkan mata pencaharian pengusaha mikro. Solusi PemPem saat ini mencakup 1) memungkinkan pembeli memasang harga dan memberikan transparansi harga (memaksimalkan pendapatan dari output), 2) memungkinkan penjual mengunggah penjualan untuk memantau pendapatan dan produktivitas, sementara pembeli juga dapat mencatat pinjaman kepada penjual, serta 3) menyediakan pembayaran digital melalui pembayaran dalam aplikasi dan uang elektronik untuk menjembatani pembayaran digital antara yang memiliki rekening bank dan yang tidak. Pada tahun 2022, PemPem berencana memperluas layanannya untuk mengoptimalkan kecocokkan antara petani kecil dan pembeli, menyediakan akses ke layanan keuangan, dan meresmikan operasi pertanian melalui serifikasi izin usaha tani (STDB).

Panji Wasmana, National Technology Officer Microsoft Indonesia mengatakan, “Solusi-solusi ini menjadi awal bagi masa depan pertanian digital, di mana teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Cloud, Machine Learning, dan analitik canggih mampu memberdayakan petani kecil. Hal ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan pendapatan dari hasil panen yang lebih besar, mendukung kesejahteraan komunitas pertanian dan keluarga mereka, serta berkontribusi besar terhadap ekonomi digital Indonesia. Ke depannya pun, Microsoft siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju sistem pertanian berbasis data di Indonesia melalui berbagai solusi teknologi kami.”

Dina Umali-Deininger, Practice Manager, Agriculture and Food Global Practice, East Asia and the Pacific, The World Bank mengatakan, “Untuk memastikan dukungan dan meningkatkan adopsi teknologi digital di bidang pertanian, khususnya oleh para petani berskala kecil, kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta akan memegang peran kunci. Cultivhacktion ini memberikan contoh bagaimana pemerintah dan sektor swasta dapat bermitra untuk mengembangkan bakat-bakat para pengembang solusi teknologi untuk sektor pertanian di negara ini. Kami juga berharap hackathon ini membantu membuka pintu bagi kemitraan pemerintah dan swasta yang lebih besar dan lebih kuat lagi untuk mendukung transformasi digital di sektor pertanian, termasuk dalam membina talenta agri-tech Indonesia.” Kelompok Bank Dunia berharap dapat terus bekerja sama dengan para finalis hackathon, serta komunitas agri-tech di negara ini.

Kelompok Bank Dunia, TaniHub Group, Microsoft dan delapan mitra lain akan menyediakan dukungan lebih lanjut kepada para inovator untuk mempertajam solusi-solusi yang ada. Bersama dengan seluruh mitra yaitu GIZ, Plug and Play, FAO, Institut Pertanian Bogor, Data Science Indonesia, GrowAsia, Planet, dan MDI Ventures, dukungan ini termasuk memfasilitasi akses mereka ke para pemangku kepentingan utama di sektor pertanian dan pangan – seperti pemerintah, petani berskala kecil dan para pemain industri pertanian dan pangan – untuk mempromosikan dan menguji solusi mereka.

Elke Sümnick-Matthaei dan Johanna Braun, Co-Leads of the Digitalization Portfolio of the GIZ Fund for the Promotion of Innovation in Agriculture (i4Ag), menggarisbawahi pentingnya menghubungkan pertanian dengan data untuk dampak melalui Cultivhacktion. “Sangat menarik melihat bagaimana hackathon digital ini menyoroti pertanian berbasis data di Jawa Barat dan telah mendorong kaum muda untuk berpilkir out of the box. Kami sangat menantikan untuk melihat bagaimana para peserta akan menguji coba solusi inovatif mereka selama beberapa minggu dan bulan ke depan. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kami khususnya kepada Kelompok Bank Dunia, TaniHub Group dan Microsoft yang telah menjadi fasilitator utama dari Cultivhacktion yang diadakan selama beberapa minggu terakhir yang terasa sangat memperkaya ini, dan tentu saja kepada seluruh mitra lain yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Elke. (dni/rls)

Topik: Bisnis PertanianPertanianplatform

TerkaitBerita

Beredar Isu Privatisasi, CIMB Group Tegas Bantah Rencana Delisting Bank CIMB Niaga (BNGA)bank cim
Bisnis

Beredar Isu Privatisasi, CIMB Group Tegas Bantah Rencana Delisting Bank CIMB Niaga (BNGA)bank cim

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Creativillage WCCE 2026 Pamerkan Karya Kreatif Indonesia, dari Fashion Daur Ulang hingga Gym Lokal
Ekonomi

Creativillage WCCE 2026 Pamerkan Karya Kreatif Indonesia, dari Fashion Daur Ulang hingga Gym Lokal

oleh Editor : Akula
22 Oktober 2026
Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia
Ekonomi

Menjaga Kualitas, Menembus Persaingan: Ambisi Ronald Cigar Mengangkat Produk Indonesia ke Panggung Dunia

oleh Editor : Doe
22 Oktober 2026
LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi
Bisnis

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

oleh Editor : Anggoro
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026
Beredar Isu Privatisasi, CIMB Group Tegas Bantah Rencana Delisting Bank CIMB Niaga (BNGA)bank cim

Beredar Isu Privatisasi, CIMB Group Tegas Bantah Rencana Delisting Bank CIMB Niaga (BNGA)bank cim

22 Oktober 2026
Nongkrong Sambil Ngopi Jadi Gaya Hidup, Warkop Modern Hadir dengan Konsep Berbeda

Nongkrong Sambil Ngopi Jadi Gaya Hidup, Warkop Modern Hadir dengan Konsep Berbeda

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5019 shares
    Share 2008 Tweet 1255
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya