koranindopos.com – Jakarta. Persaingan pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia semakin memanas di bulan Juli 2025. Sejumlah produsen motor listrik mulai berlomba-lomba memberikan diskon besar-besaran, bahkan hingga Rp 30 juta, untuk mendorong adopsi kendaraan listrik sekaligus menarik minat konsumen menjelang semester kedua tahun ini.
Melansir data dari detikOto, potongan harga tersebut ditawarkan oleh beberapa merek ternama dan pemain baru di segmen motor listrik. Potongan harga ini berlaku baik untuk pembelian langsung maupun skema cicilan ringan, tergantung pada model dan lokasi pembelian.
Berikut ini daftar sejumlah merek dan model motor listrik yang mendapatkan potongan harga menarik:
-
Alva One
-
Harga normal: Rp 34 juta
-
Harga setelah diskon: Rp 29 juta
-
Potongan hingga Rp 5 juta
-
-
Selis E-Max
-
Harga normal: Rp 23 juta
-
Harga setelah diskon: Rp 20 juta
-
Diskon sebesar Rp 3 juta
-
-
United T1800
-
Harga normal: Rp 36 juta
-
Harga setelah insentif: Rp 28 juta
-
Diskon Rp 8 juta berkat kombinasi subsidi pemerintah dan promo dealer
-
-
Volta 401
-
Harga normal: Rp 24 juta
-
Harga setelah potongan: Rp 19 juta
-
Total potongan Rp 5 juta
-
-
Gesits G1 (Made in Indonesia)
-
Harga normal: Rp 28 juta
-
Harga setelah diskon dan subsidi: Rp 18 juta
-
Diskon fantastis hingga Rp 10 juta
-
-
Rakata NX8 (Model premium)
-
Harga normal: Rp 45 juta
-
Harga promo: Rp 15 juta saja di beberapa dealer
-
Diskon tertinggi hingga Rp 30 juta!
-
Harga motor listrik saat ini juga dipengaruhi oleh program subsidi pemerintah sebesar Rp 7 juta per unit yang masih berlaku untuk pembelian kendaraan listrik dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40%. Subsidi ini membuat harga jual di pasaran semakin terjangkau, bahkan menyaingi harga motor bensin entry-level.
Konsumen yang ingin menikmati potongan harga disarankan untuk melakukan pengecekan ke dealer resmi atau platform digital karena besaran diskon bisa berbeda tergantung wilayah dan stok yang tersedia.
Dengan harga yang semakin kompetitif, minat masyarakat terhadap motor listrik semakin meningkat. Beberapa perusahaan juga menggencarkan pembangunan stasiun penukaran baterai dan layanan purna jual untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.(dhil)










