Kamis, 14 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Film dan Musik

Dari Sinetron ke Layar Lebar, “Tiba-Tiba Setan” Buktikan Ess Jay Studio Tak Sekadar Coba-Coba

Editor : Akula oleh Editor : Akula
4 Mei 2026
in Film dan Musik
A A
0
Dari Sinetron ke Layar Lebar, “Tiba-Tiba Setan” Buktikan Ess Jay Studio Tak Sekadar Coba-Coba

Salah satu adegan Oky Rengga dan Lolox dalam film Tiba Tiba Setan (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Peralihan rumah produksi dari sinetron ke film layar lebar sering kali tidak mudah. Namun langkah itu justru berhasil dilewati Ess Jay Studio lewat film perdana mereka, Tiba-Tiba Setan, yang kini telah menembus lebih dari 1 juta penonton di bioskop.

Capaian ini menjadi menarik karena datang dari rumah produksi yang sebelumnya lebih dikenal lewat deretan sinetron televisi. Dengan latar belakang tersebut, banyak yang melihat film ini sebagai uji coba: apakah formula yang berhasil di layar kaca bisa diterapkan di bioskop. Jawabannya mulai terlihat dari angka penonton yang terus bertambah sejak film ini tayang pada 16 April 2026.

Alih-alih mengambil jalur aman dengan horor murni, film ini justru memadukan komedi dan drama keluarga dalam satu cerita. Pilihan tersebut terbilang berisiko, tetapi justru menjadi pembeda di tengah banyaknya film horor dengan pola serupa. Penonton tidak hanya disuguhkan ketegangan, tetapi juga dinamika antar karakter yang lebih ringan.

Cerita film ini berpusat pada sekelompok kakak beradik yang awalnya merancang sebuah tipu daya. Rencana tersebut berubah arah ketika mereka justru berhadapan dengan kejadian supranatural di sebuah hotel tua. Dari titik itu, konflik berkembang dengan tempo cepat, memadukan adegan seram dan humor dalam porsi yang cukup seimbang.

Artikel Terkait

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip

Imam Darto Bicara Soal Cerita Persahabatan di Film “Gudang Merica”

Review Film Children of Heaven : Cara Keluarga Kecil Menjaga Martabat Mereka

Kekuatan lain film ini terletak pada para pemainnya. Nama-nama seperti Ratu Felisha, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Oki Rengga, hingga Naura Hakim menghadirkan interaksi yang terasa natural. Kombinasi aktor dan komika memberi warna tersendiri, terutama dalam menjaga ritme antara adegan tegang dan ringan.

Produser Sridhar Jetty menilai hasil ini sebagai langkah awal yang penting.

“Sebagai film pertama kami, pencapaian ini tentu sangat membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh tim, mulai dari pemain hingga kru di balik layar, terbayar dengan dukungan luar biasa dari penonton,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa capaian ini bukan tujuan akhir. “Kami percaya industri film Indonesia terus berkembang, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan menghadirkan cerita-cerita yang fresh, berani, dan menghibur.”

Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, genre horor memang masih mendominasi pasar film Indonesia.

Namun keberhasilan film ini menunjukkan bahwa pendekatan campuran, menggabungkan horor dengan komedi dan cerita keluarga—masih memiliki ruang yang besar. Penonton tampaknya mulai mencari variasi, bukan sekadar ketakutan.

Bagi Ess Jay Studio, keberhasilan ini memberi posisi baru. Mereka tidak lagi hanya dikenal sebagai produsen sinetron, tetapi mulai diperhitungkan di layar lebar. Apalagi sebelumnya mereka sudah memiliki pengalaman membangun cerita populer melalui sejumlah judul serial. (BRG/Kul)

.

Topik: LoloxOky RenggaTiba tiba setan

TerkaitBerita

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip
Film dan Musik

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Imam Darto Bicara Soal Cerita Persahabatan di Film “Gudang Merica”
Film dan Musik

Imam Darto Bicara Soal Cerita Persahabatan di Film “Gudang Merica”

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Review Film Children of Heaven : Cara Keluarga Kecil Menjaga Martabat Mereka
Film dan Musik

Review Film Children of Heaven : Cara Keluarga Kecil Menjaga Martabat Mereka

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026
Film dan Musik

Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

oleh Editor : Akula
11 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SALURKAN HOBI: Para pengurus Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) melakukan konvoi mengendarai Vespa dalam tur bertajuk Vespa BSNPG Tour of Java. (Foto: Dok./BSNPG)

Jaga Kekompakan Kader lewat Tur Vespa di Pulau Jawa

13 Mei 2026
Era AI dan Media Sosial Picu Tren Swadiagnostik di Kalangan Anak Muda Urban

Era AI dan Media Sosial Picu Tren Swadiagnostik di Kalangan Anak Muda Urban

13 Mei 2026
Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

13 Mei 2026
Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

13 Mei 2026

Terpopuler

  • EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

    Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    340 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    336 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3040 shares
    Share 1216 Tweet 760
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • APHPI Desak Polda Metro Jaya Segera Tindak Lanjut Kasus Faisal Amsco

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya