koranindopos.com – Jakarta. Hasil survey International Agency for Research on Cancer (IARC), pada tahun 2040, diperkirakan akan terjadi sekitar 29,5 juta kasus baru dan 16,3 juta kematian akibat penyakit kanker di dunia. Sementara di Indonesia angka kejadian kanker berada diurutan ke 8 di Asia Tenggara, dan diurutan ke 23 di Asia.
Di tahun 2020, data Globocan mencatat jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.
Sebagai pendiri Yayasan Viyana Bhakti Nusantara, Vina Panduwinata
menyadari penderita kanker mengalami beban yang sangat berat mulai dari permasalahan ekonomi, beban psikologis dan rasa sakit yang harus dideritanya, dan ia pun mengambil langkah.
“Viyana itu diambil dari nama saya. Saya melihat banyak di sekitar kita yang ternyata menderita cancer, kehidupan semakin lama ini semakin sulit banyak stress yang datang dan saya lihat banyak sekali penderita cancer. Itu yang buat saya merasa ingin berbuat sesuatu,” papar Vina Panduwinata saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (9/4/ 2023).

Lewat yayasan tersebut, Vina ingin memberi semangat para penderita kanker dengan memberikan pelayanan, seperti konsultasi, menyediakan obat alternatif yang dapat dikombinasikan dengan tindakan medis, informasi tentang kanker, berbagi pengalaman antar sesama penderita kanker agar tetap mempunyai harapan yang besar dan optimis dalam berjuang menghadapi penyakit tersebut.
Apa yang dilakukan Vina itu lantaran dirinya pernah merasakan kehilangan sosok yang dicintai karena kanker, yaitu sang ayah.
“Saya ditinggalkan oleh ayah saya tercinta bapak panduwinata itu karena cancer. Cancer ini sesuatu yang ada di kepala saya,” kata penyanyi berjulukan Burung Camar itu.
Untuk memuluskan misinya tersebut, Vina menggandeng beberapa pihak untuk bekerjasama, salah satunya PT. Daun Teratai Herbalife. Pengobatan tradisional ini akan membantu meningkatkan standard kesehatan Nasional terutama bagi penderita kanker yang secara ekonomi kurang mampu.
Bergerak dalam bidang pengobatan alternatif yang fokus pada penyembuhan penyakit kanker sejak 1986, PT. Daun Teratai saat ini sudah terdaftar di BPOM No. POM. HT. 133 300 311 dengan kemasan bernama
Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao.
“Banyak yang terbantu dengan obat herbal ini, itu yang buat saya tertarik untuk kerjasama. Niat saya ingin bantu orang-orang khususnya bagi orang kurang mampu yang menderita cancer,” pungkas Vina Panduwinata.







