Senin, 9 Februari 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

DPR Dorong Pemetaan Ulang Produksi Dokter Spesialis Sesuai Kebutuhan Daerah

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
16 Januari 2026
in Nasional
0
kesehatan
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menekankan pentingnya pemetaan ulang produksi dokter spesialis agar selaras dengan kebutuhan riil pelayanan kesehatan di setiap daerah. Ia menilai kebijakan peningkatan jumlah dokter spesialis tidak dapat dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan jenis spesialisasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Putih Sari dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Menurutnya, forum tersebut penting untuk menyerap aspirasi organisasi profesi sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Putih Sari menyoroti bahwa diskursus publik selama ini kerap terfokus pada isu kekurangan jumlah dokter spesialis secara umum. Padahal, persoalan mendasar yang perlu dibenahi adalah ketepatan perencanaan produksi dokter spesialis berdasarkan kebutuhan layanan kesehatan dan karakteristik masing-masing daerah.

“Kita tidak bisa hanya bicara soal menambah jumlah dokter spesialis. Yang harus dijawab adalah, spesialis apa yang dibutuhkan dan di daerah mana kebutuhannya paling mendesak,” ujar legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Artikel Terkait

MUSAL, Sinergi Almamater Keluarga Alumni Universitas Pancasila

Pelaku Mutilasi Sepupu di Tangerang Divonis Penjara Seumur Hidup

BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Lewat Radar Cuaca Karya Anak Bangsa

Ia menilai, khusus untuk spesialis penyakit dalam, persoalan utama tidak semata terletak pada jumlah lulusan, melainkan pada tata kelola distribusi dan perencanaan penempatannya. Oleh karena itu, Putih Sari mendorong adanya pemetaan komprehensif yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, tanpa pemetaan yang jelas, kebijakan pembukaan program pendidikan dokter spesialis berpotensi tidak tepat sasaran. Kondisi tersebut bahkan dapat memicu ketimpangan, yakni kelebihan dokter spesialis di wilayah perkotaan dan kekurangan di daerah lain.

“Kalau pemetaannya tidak jelas, kita akan terus menghadapi masalah klasik. Kota besar kelebihan dokter, sementara daerah lain kekurangan tenaga spesialis,” katanya.

Selain itu, Putih Sari juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan di daerah dalam mendukung penempatan dokter spesialis. Distribusi tenaga medis, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari kesiapan rumah sakit, ketersediaan alat kesehatan, serta dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

“Dokter spesialis tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada rumah sakit yang siap, alat kesehatan yang memadai, dan dukungan anggaran. Ini yang harus disinergikan,” tegasnya.

Putih Sari menambahkan, Komisi IX DPR RI akan mendorong pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam perencanaan sumber daya manusia kesehatan. Dengan perencanaan yang matang, peningkatan produksi dokter spesialis diharapkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan nasional secara merata. (hai)

Topik: Dokter Spesialis
Sebelumnya

Toyota Kijang LGX 2026 Resmi Meluncur, Hadir dengan Teknologi Hybrid Pertama

Selanjutnya

Kemenhut Sinyalir Buka Besar-besaran CPNS Polhut 2026, Lulusan SMA Jadi Prioritas

TerkaitBerita

Universitas Pancasila
Pendidikan

MUSAL, Sinergi Almamater Keluarga Alumni Universitas Pancasila

oleh Editor : Affandy
9 Februari 2026
Pelaku Mutilasi Sepupu di Tangerang Divonis Penjara Seumur Hidup
Peristiwa

Pelaku Mutilasi Sepupu di Tangerang Divonis Penjara Seumur Hidup

oleh Editor : Affandy
9 Februari 2026
BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Lewat Radar Cuaca Karya Anak Bangsa
Nasional

BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Lewat Radar Cuaca Karya Anak Bangsa

oleh Editor : Affandy
9 Februari 2026
Seminar HPN 2026 Bahas Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru
Nasional

Seminar HPN 2026 Bahas Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru

oleh Editor : Affandy
9 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Indonesia International Motor Show (IIMS)

IIMS 2026 Hadir sebagai Ruang Kolaborasi Otomotif, Ekonomi Kreatif, dan UMKM

9 Februari 2026
Universitas Pancasila

MUSAL, Sinergi Almamater Keluarga Alumni Universitas Pancasila

9 Februari 2026
Panen Raya Perdana PS-08 di Pandeglang Jadi Tonggak Baru Ketahanan Pangan Nasional

Panen Raya Perdana PS-08 di Pandeglang Jadi Tonggak Baru Ketahanan Pangan Nasional

9 Februari 2026
JADWAL PADAT: Sorana Cirstea, petenis veteran asal Rumania, mundur pada babak pertama Qatar Open 2026. (Foto: Dok/Women's Tennis Association)

Petenis Veteran Rumania Sorana Cirstea Mundur Dari Qatar Open 2026

9 Februari 2026

Terpopuler

  • Honda X-Tracker 2026

    Honda X-Tracker 2026 Resmi Masuk Indonesia, Motor Bebek Trail Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    530 shares
    Share 212 Tweet 133
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2427 shares
    Share 971 Tweet 607
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    397 shares
    Share 159 Tweet 99
  • SCANITY dan LCI Kalimantan Selatan Gelar Deklarasi Kolaborasi di Pantai Batakan Baru

    390 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Daihatsu Luncurkan Espass 2026, Siap Tantang Dominasi Avanza di Segmen Low MPV

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya