koranindopos.com – Jakarta. Dua unit bus pariwisata asal Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan tersesat di kawasan Hutan Tunggangan, Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, pada Senin (30/12/2024). Kedua bus tersebut diduga tersesat karena mengikuti panduan dari aplikasi navigasi Google Maps.
Bus-bus tersebut berhenti setelah sopir menyadari bahwa jalur yang dilalui terlalu ekstrem untuk dilewati, terutama saat mereka tiba di kawasan Watu Dukun. Medan yang sulit membuat kendaraan besar seperti bus pariwisata tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Menyadari situasi tersebut, warga setempat segera turun tangan untuk membantu. Proses evakuasi melibatkan warga yang dengan gotong royong membantu bus mundur hingga sejauh sekitar 1 kilometer menuju jalan yang lebih aman.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya memverifikasi jalur perjalanan, terutama ketika menggunakan aplikasi navigasi. Google Maps, meskipun sangat membantu, terkadang tidak sepenuhnya akurat dalam memberikan rute terbaik untuk kendaraan besar seperti bus.
Kepala desa dan warga Ngelo berharap agar kasus serupa tidak terulang lagi di masa depan. Mereka juga mengimbau agar para sopir bus dan kendaraan besar berhati-hati saat melintasi kawasan pedesaan atau pegunungan dengan mengandalkan panduan aplikasi.
Insiden ini menyoroti kebutuhan untuk selalu memastikan kondisi jalur perjalanan sebelum memulai perjalanan, terutama bagi kendaraan besar yang memiliki keterbatasan dalam manuver di medan ekstrem.(dhil)










