koranindopos.com – Jakarta. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza harus benar-benar ditempatkan dalam kerangka misi perdamaian. Hal ini sejalan dengan amanat Pembukaan UUD NRI 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia. Sukamta menilai, keterlibatan Indonesia di berbagai misi perdamaian internasional menjadi modal penting dalam menyikapi situasi Gaza yang kian memprihatinkan.
“Termasuk rencana pengiriman 20.000 pasukan TNI ke Gaza yang pernah disampaikan Presiden Prabowo, hal ini perlu mempertimbangkan dua hal penting,” ujar Sukamta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Sukamta menekankan bahwa pengiriman pasukan hanya boleh dilakukan dalam kerangka peacekeeping force, bukan operasi militer ofensif. Ia mengingatkan agar langkah ini tidak dimanfaatkan oleh Israel untuk kepentingan politik atau militernya, yang menurutnya belum tercapai melalui tindakan represif selama dua tahun terakhir.
“Saya percaya kemampuan Pemerintah dan TNI yang sudah teruji sebagai penjaga perdamaian di berbagai kawasan dalam waktu yang panjang. Saya yakin tidak akan mudah dikecoh oleh kelicikan dan kelicinan Israel,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.
Sukamta juga menekankan perlunya mandat besar dari lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau OKI Plus. Dengan mandat resmi, operasi TNI akan memiliki legitimasi yang kuat sekaligus menjamin keamanan pasukan selama penugasan.
“Mandat internasional sangat krusial agar operasi berlangsung aman, legitimate, dan berada dalam koridor hukum internasional,” ujarnya.
Terkait komposisi pasukan, Sukamta menyebut bahwa seluruh matra TNI berpotensi dibutuhkan, tergantung kondisi lapangan dan kebutuhan misi.
-
TNI AD diperlukan karena sebagian besar konflik terjadi melalui serangan darat.
-
TNI AL dan TNI AU dibutuhkan untuk mengawal masuknya bantuan kemanusiaan melalui jalur laut dan udara.
-
Satuan Siber juga dapat dipertimbangkan untuk memantau dan mengantisipasi potensi perang siber antara pihak-pihak yang bertikai.
Selain itu, ia menilai pengiriman tenaga kesehatan, termasuk Korps Kesehatan Militer, menjadi elemen penting untuk memperkuat layanan kemanusiaan bagi korban konflik di Gaza.
Pernyataan Sukamta menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong terciptanya perdamaian global. Ia berharap setiap langkah yang diambil pemerintah dilakukan secara terukur, memiliki mandat internasional, dan sepenuhnya diarahkan untuk melindungi rakyat sipil Palestina. (hai)










