Koranindopos.com – JAKARTA – Kepanikan sempat terjadi di Bandara Avalon setelah muncul dugaan seorang penumpang membawa bahan peledak militer di dalam bagasi.
Insiden yang terjadi pekan lalu itu membuat aparat kepolisian Australia bersama tim penjinak bom langsung dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap barang mencurigakan tersebut.
Tim Bomb Response Unit menggunakan robot khusus untuk memeriksa isi bagasi yang dicurigai mengandung bahan peledak.
Pemeriksaan berlangsung selama sekitar empat jam demi memastikan keamanan area bandara dan penumpang lainnya.
Namun setelah proses investigasi selesai, benda mencurigakan tersebut ternyata bukan bahan peledak. Isi bagasi hanya berupa alat penghilang rambut laser dan wadah minuman cokelat panas.
Meski berakhir aman, insiden tersebut sempat memicu ketegangan dan meningkatkan kewaspadaan aparat keamanan bandara.
Kasus ini kembali menyoroti sistem keamanan di Bandara Avalon yang merupakan bandara terbesar kedua di Melbourne.
Sebelumnya, pada Maret tahun lalu, bandara tersebut juga sempat menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan percobaan pembajakan oleh seorang pria yang disebut berhasil masuk melalui pagar keamanan bandara.
Peristiwa tersebut memicu pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengamanan di area bandara, terutama pada akses perimeter dan pemeriksaan barang bawaan penumpang.
Otoritas keamanan Australia diketahui memiliki standar tinggi dalam menangani ancaman potensial, termasuk langsung mengisolasi area dan menggunakan robot penjinak bom untuk memeriksa benda mencurigakan.
Meski alarm kali ini ternyata palsu, aparat menilai prosedur cepat tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman nyata terhadap keselamatan penerbangan.
Pihak bandara dan aparat keamanan juga mengingatkan penumpang untuk memastikan barang bawaan tidak memicu kesalahpahaman selama pemeriksaan keamanan.
Barang elektronik tertentu atau benda dengan bentuk tidak biasa diketahui dapat memunculkan kecurigaan saat proses pemindaian bagasi.
Insiden tersebut kini menjadi salah satu pembahasan terkait penguatan sistem keamanan bandara di Australia, terutama di tengah meningkatnya mobilitas penerbangan internasional.(dhil)










