JAKARTA, koranindopos.com – Polisi menangkap dan menetapkan enam tersangka dugaan kasus penistaan agama dan hoaks terkait promosi miras yang dilakukan Holywings di media sosial. Keenamnya merupakan tim kreatif di manajemen kafe tersebut. ’’Dari hasil penyelidikan, lalu dinaikkan ke penyidikan tadi siang (kemarin), kami tetapkan enam tersangka,’’ kata Kapolrestro Jakarta Selatan Kombespol Budhi Herdi Susianto pada Minggu (26/6).
Mereka menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama. Juga penyiaran berita hoaks yang mengandung unsur kebencian terhadap salah satu agama atau golongan atau SARA. Dalam kasus tersebut, polisi telah mendapat sejumlah alat bukti. Baik keterangan saksi, keterangan ahli, maupun dokumen. ’’Mereka merupakan tim kreatif promosi yang mana semuanya merupakan karyawan HW,’’ katanya.
Kasus itu bermula dari unggahan di akun media sosial Holywings. Postingan itu berisi promosi yang menyebutkan bahwa pengunjung bernama Muhammad dan Maria bisa mendapatkan satu botol minuman beralkohol secara gratis.
Menurut Budhi, polisi sejatinya telah menggelar patroli siber hingga akhirnya menemukan informasi itu sebelum viral. Kemudian, polisi mengamankan sejumlah karyawan Holywings di kawasan BSD, Tangsel, untuk diperiksa sebagai saksi.
Belakangan, polisi menemukan bukti dugaan penistaan agama, penyebaran hoaks, serta pelanggaran UU ITE. Dari situ, polisi menetapkan enam tersangka. ’’EJD (27), lelaki; NDP (36), perempuan; DAD (27), lelaki; EA (22) dan A (25), perempuan; dan AAM (25),’’ urainya.
Budhi menyebutkan, keenam tersangka bekerja di perusahaan Holywings. EJD merupakan salah satu direksi Holywings, yakni direktur kreatif. Dia berperan mengawasi divisi kampanye, production house, graphic designer, dan media sosial.
Kemudian, NDP adalah head team promotion yang bertugas mendesain program dan meneruskannya ke tim kreatif. Lalu, DAD merupakan desainer grafis yang membuat foto virtual dan EA adalah admin tim promo yang mengunggah konten itu ke media sosial. ’’Tersangka A seorang perempuan selaku tim social media officer yang bertugas meng-upload postingan media sosial terkait Holywings,’’ paparnya.
Sementara itu, AAM adalah admin tim promo yang bertugas menyampaikan permintaan kepada tim kreatif.
’’Motif awal mereka buat konten ini untuk menarik minat para pengunjung terhadap outlet-outlet yang dianggap penjualannya masih di bawah target 60 persen. Namun demikian, kami akan terus dalami motif lainnya,’’ tambah Budhi. (wyu/mmr)










