Koranindopos.com, Tokyo – Epson resmi mengumumkan perubahan kepemimpinan yang akan berlaku efektif pada 1 April 2025. Dalam rapat dewan direksi, diputuskan bahwa Yasunori Ogawa akan menduduki posisi Chairman and Director, sementara Junkichi Yoshida ditunjuk sebagai President and Representative Director serta Chief Executive Officer (CEO) yang baru.
Perubahan ini merupakan langkah strategis Epson dalam memperkuat bisnis dan inovasi perusahaan. Berikut adalah susunan kepemimpinan baru yang telah disetujui:
Yasunori Ogawa
Posisi Baru: Chairman and Director
Posisi Sebelumnya: President and Representative Director, Chief Executive Officer
Junkichi Yoshida
Posisi Baru: President and Representative Director, Chief Executive Officer
Posisi Sebelumnya: Director, Executive Officer, Chief Operating Officer, Printing Solutions Division
Profil Singkat Junkichi Yoshida
Junkichi Yoshida telah berkarier di Epson sejak 1988 dan memiliki pengalaman luas di berbagai divisi. Ia lahir di Tokyo, Jepang, pada 27 September 1964 dan merupakan lulusan Fakultas Ekonomi, Universitas Keio. Kariernya di Epson berkembang pesat, dengan sejumlah posisi strategis yang pernah diembannya, antara lain:
2012 – General Manager, Printer Strategy Planning Department
2019 – Deputy General Administrative Manager, DX Division
2020 – Executive Officer & Deputy Chief Operating Officer, Printing Solutions Operations Division
2021 – Chief Operating Officer, Printing Solutions Division
2024 – Director
2025 – President and Representative Director, Chief Executive Officer
Yoshida juga diketahui memiliki 14.500 lembar saham Epson per 31 Desember 2024.
Komitmen Epson untuk Masa Depan
Perubahan kepemimpinan ini bertepatan dengan tahun terakhir visi Epson 25 Renewed, yang menekankan keberlanjutan dan inovasi sebagai fondasi pertumbuhan bisnis. Momentum ini akan digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan industri.
Dewan Direksi Epson percaya bahwa kepemimpinan Yoshida akan membawa perusahaan menuju era baru dengan inovasi yang lebih agresif serta penguatan daya saing global. Perubahan ini mulai berlaku efektif pada 1 April 2025. (rls/doe)









