Kamis, 14 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Film dan Musik

Film Dokumenter “Petrus”: Menguak Tragedi Gelap Penembakan Preman Era 1980-an

Editor : Akula oleh Editor : Akula
3 Desember 2024
in Film dan Musik
A A
0
Film Dokumenter “Petrus”: Menguak Tragedi Gelap Penembakan Preman Era 1980-an
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Sebuah babak kelam dalam sejarah Indonesia kembali disorot melalui film dokumenter bertajuk Petrus, yang diproduksi oleh KlikFilm Production. Film ini menghadirkan kisah nyata tentang Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang dijalankan pada era 1980-an, di mana penembakan terhadap preman terjadi secara masif. Dengan pendekatan yang mendalam, film ini membuka ruang refleksi terhadap dampak kebijakan tersebut bagi masyarakat.

Dalam konferensi pers yang diadakan baru-baru ini, para tokoh yang terlibat dalam film Petrus memberikan gambaran lengkap tentang tragedi yang diangkat. Di antara mereka adalah Tinah, istri almarhum Slamet Gaplek, salah satu korban, serta Yudho, sahabat dari korban lain bernama Wahyu. Keduanya berbagi kisah yang menggugah, menyampaikan bagaimana peristiwa ini menghancurkan kehidupan mereka dan banyak keluarga lainnya.

Produser film, Edy Prass, menjelaskan bahwa gagasan awalnya berawal dari keinginan membuat film bertema kekerasan. “Awalnya, saya ingin menggarap film tentang preman atau gangster. Namun, kemudian terpikir mengapa tidak mengangkat peristiwa besar yang nyata? Dari situ, tercetus ide untuk membuat Petrus,” ujarnya. Sementara itu, sutradara Tri Sasongko Hutomo memaparkan bahwa film ini disusun berdasarkan kesaksian langsung para penyintas.

Picsart 24 12 03 08 38 46 780 - Film Dokumenter "Petrus": Menguak Tragedi Gelap Penembakan Preman Era 1980-an

Artikel Terkait

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip

Imam Darto Bicara Soal Cerita Persahabatan di Film “Gudang Merica”

Review Film Children of Heaven : Cara Keluarga Kecil Menjaga Martabat Mereka

“Petrus berangkat dari pengakuan orang-orang yang mengalami langsung OPK. Kejadian ini dimulai di Yogyakarta, lalu menyebar ke berbagai kota lain dari 1981 hingga 1983. Film ini menuturkan bagaimana peristiwa ini berkembang, hingga mencapai puncaknya sebagai tragedi besar,” jelas Tri. Ia menambahkan, dokumenter ini menggabungkan kesaksian para tokoh dan masyarakat, memberikan gambaran lengkap yang penuh emosi.

Kesedihan mendalam juga disampaikan oleh Tinah, yang kehilangan suaminya akibat operasi tersebut. “Suami saya sempat melarikan diri ke Surabaya dan tinggal di rumah saudara. Namun, keberadaannya bocor, dan ia ditembak di dekat Yogyakarta. Ketika peti jenazah dibuka, saya melihat puluhan luka tembak di tubuhnya,” tuturnya dengan suara bergetar.

Di sisi lain, Yudho mengisahkan bagaimana Wahyu, sahabatnya, menjadi korban pertama di Yogyakarta. “Wahyu adalah orang baik, dan saya tidak mengerti mengapa dia menjadi target. Sejauh yang saya tahu, Wahyu hanya diperalat preman untuk rekeningnya. Saya sempat memperingatkan dia untuk berhati-hati, tetapi semuanya sudah terlambat,” katanya.

Film dokumenter Petrus dirilis secara resmi di KlikFilm pada 8 Desember 2024. Melalui karya ini, KlikFilm Production tidak hanya menghadirkan kisah sejarah, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang keadilan, kebijakan negara, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

 

Topik: Film petrusPetrus

TerkaitBerita

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip
Film dan Musik

Bocoran Behind the Scene Gudang Merica: Benidictus Digantung Tengah Malam Tanpa Ada di Skrip

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Imam Darto Bicara Soal Cerita Persahabatan di Film “Gudang Merica”
Film dan Musik

Imam Darto Bicara Soal Cerita Persahabatan di Film “Gudang Merica”

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Review Film Children of Heaven : Cara Keluarga Kecil Menjaga Martabat Mereka
Film dan Musik

Review Film Children of Heaven : Cara Keluarga Kecil Menjaga Martabat Mereka

oleh Editor : Akula
13 Mei 2026
Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026
Film dan Musik

Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

oleh Editor : Akula
11 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SALURKAN HOBI: Para pengurus Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) melakukan konvoi mengendarai Vespa dalam tur bertajuk Vespa BSNPG Tour of Java. (Foto: Dok./BSNPG)

Jaga Kekompakan Kader lewat Tur Vespa di Pulau Jawa

13 Mei 2026
Era AI dan Media Sosial Picu Tren Swadiagnostik di Kalangan Anak Muda Urban

Era AI dan Media Sosial Picu Tren Swadiagnostik di Kalangan Anak Muda Urban

13 Mei 2026
Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

Navigasi KBLI 2025, Strategi PPMTI Jamin Keberlangsungan Izin Usaha Multimoda di Era Digital

13 Mei 2026
Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

Sinergi PNM dan KPPPA: Mengubah Pala Ngada Menjadi Motor Ekonomi Perempuan NTT

13 Mei 2026

Terpopuler

  • EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

    Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    340 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    336 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3040 shares
    Share 1216 Tweet 760
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • APHPI Desak Polda Metro Jaya Segera Tindak Lanjut Kasus Faisal Amsco

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya