Koranindopos.com – Jakarta. Produser dan pendiri Lingkar Picture, Girry Pratama, mengungkap sederet kesibukan dan rencana yang tengah digarapnya untuk tahun 2025. Selain tengah menyelesaikan produksi film terbaru berbasis kisah nyata, Girry juga mengungkap pendekatan baru perusahaannya dalam memilih cerita yang lebih dekat dengan pengalaman publik. “Sekarang banyak cerita yang harus kita minta izin sama yang punya cerita,” ujar Girry.
Girry juga menyinggung hal-hal pribadi, termasuk kisah asmaranya yang masih belum menemui titik terang meski usianya semakin matang. Ia membagikan pengalaman unik dalam percintaannya, termasuk pandangan jujurnya soal hubungan dan mantan kekasih.
“Intinya doain aja tahun ini nemu yang baik yang pastinya seiman itu dulu kali ya,” ucapnya sambil tertawa.
Tak hanya berbicara soal film dan cinta, Girry juga memberi bocoran mengenai proyek baru yang masih disimpan rapat. Meski belum bisa mengungkap detailnya, ia memastikan bahwa akan ada gebrakan menarik yang siap digarap setelah situasi ekonomi membaik.
“Nantilah masih surprise, banyak gebrakan baru juga,” ungkapnya penuh antusias.
Lingkar Picture, rumah produksi milik Girry Pratama, kini tengah berada dalam fase penting penyelesaian salah satu proyek film layar lebar terbarunya. Film ini diangkat dari kisah nyata yang diakui cukup kompleks sehingga memerlukan waktu lebih lama dalam proses revisi dan penyempurnaan cerita.

“Kita masih nyelesaikan film kemaren agak lumayan berat soalnya dari kisah nyata, jadi banyak revisi. Alhamdulillah ini udah masuk tahap akhir,” tutur Girry.
Proses produksi ini tidak hanya berkutat pada teknis pembuatan film, tapi juga melibatkan strategi promosi yang matang agar dapat menjangkau audiens secara luas. Girry menyebut bahwa film berbasis kisah nyata kini menjadi prioritas karena dinilai lebih mudah diterima publik, terlebih jika kisah tersebut sebelumnya telah viral atau dikenal masyarakat. Hal ini juga membuat proses kreatif menjadi lebih terarah dan efisien.
“Pertama mungkin lebih gampang dipromosiin karena udah pernah viral sebelumnya, terus kedua penulis nggak perlu ngarang cerita, tinggal ikutin alurnya,” kata Girry sambil menambahkan bahwa penambahan “sedikit bumbu” tetap diperlukan agar cerita lebih menarik di layar. Meski judul film belum ditentukan, ia memastikan bahwa semuanya sedang dalam tahap negosiasi.
Di tengah kesibukannya sebagai produser, Girry Pratama tak luput dari pertanyaan soal kehidupan pribadi, terutama percintaan. Meski sudah memasuki tahun 2025, ia mengaku masih belum menemukan sosok yang tepat untuk diajak serius. Dengan gaya bicaranya yang santai, Girry pun terbuka soal dinamika percintaannya yang naik turun.
“Yang gue suka nggak suka sama gue. Yang suka sama gue, gue-nya nggak suka,” ujarnya sambil tertawa.
Ia juga menuturkan bahwa pernah menjalin hubungan yang awalnya berjalan baik namun akhirnya gagal karena tidak menemukan kecocokan. Rasa ilfeel yang cepat muncul menjadi salah satu kendala dalam mempertahankan hubungan.
“Terus gue seneng dong terus jalanin bentar, terus nggak nyambung, gampang ilfeel, jadinya gini-gini ajalah,” ungkapnya blak-blakan.
Di akhir pembahasan soal asmara, Girry mengutarakan harapannya untuk bisa menemukan pasangan yang seiman agar lebih mudah dijalani. Ia juga menyebut banyak mantan kekasihnya yang kini telah menikah, membuatnya merasa reflektif namun tetap optimis. “Intinya doain aja tahun ini nemu yang baik, yang pastinya seiman itu dulu kali ya. Kalau suka nggak seiman repot juga,” tambahnya penuh harap.
Sebagai produser dengan pengalaman panjang di industri film, Girry tidak luput dari cerita-cerita unik di lokasi syuting. Ia membagikan kisah lucu tentang seorang artis perempuan yang sempat ia sukai, namun justru bersikap cuek saat berada di lokasi.
“Gue pikir kaya oh dia artis papan atas jadi mungkin emang agak sombong. Jadi ya udah gue biasa aja,” kenangnya.
Namun ternyata, di balik sikap dingin sang artis, ada kekhawatiran tersendiri soal reputasi Girry di dunia hiburan. Ia mendengar dari sahabatnya bahwa artis tersebut sengaja menjaga jarak karena takut hanya akan “dimainkan.”
“Dia bilang, gue nggak mau dekat-dekat sama Girry takut dimainin doang ntar,” katanya sambil tertawa geli mengingat kembali peristiwa itu.
Dari pengalaman itu, Girry menyadari bahwa meskipun ia tidak bermaksud buruk, citra dirinya bisa saja berbeda di mata orang lain. Ia juga menekankan bahwa dalam hubungan, tidak ada yang ingin berpisah jika memang cocok, namun bila tidak, tidak ada gunanya dipaksakan. “Padahal semua orang nggak ada yang mau putus lah kalau nggak cocok masa dipaksain,” tegasnya.
Di luar produksi film, Girry mengaku bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang cukup menguras tenaga, baik secara fisik maupun mental. Meski begitu, ia memberikan sinyal bahwa ada sejumlah proyek baru yang tengah direncanakannya, meskipun belum bisa diumumkan ke publik.
“Nantilah masih surprise, banyak gebrakan baru juga,” ungkapnya.
Namun Girry tidak ingin terburu-buru dalam mengeksekusi rencana tersebut. Ia menyadari bahwa kondisi ekonomi saat ini masih belum sepenuhnya stabil, sehingga perencanaan jangka panjang menjadi fokus utama dalam mengambil keputusan bisnis.
“Lagi nunggu momen, ekonomi lagi nggak kaya dulu. Kita sekarang kalau mau bikin apa-apa mikirnya udah jangka panjang,” jelasnya.
Optimisme tetap mengiringi langkah Girry untuk terus berkarya dan menciptakan inovasi di industri hiburan. Ia meminta dukungan dan doa agar semua rencana dan proyek yang digagasnya berjalan lancar sesuai harapan. “Doain aja semuanya baik-baik ya,” tutupnya dengan penuh semangat.










