Koranindopos.com – Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami pelemahan sepanjang pekan ini. Berdasarkan data dari situs Logam Mulia Antam, harga emas turun sebesar Rp61.000 per gram atau sekitar 2,23 persen sejak awal pekan hingga akhir perdagangan Sabtu (20/6/2026).
Pada Senin (15/6/2026), harga emas Antam dibuka di level Rp2.729.000 per gram. Harga tersebut sempat mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut dan mencapai posisi tertinggi pada Rabu (17/6/2026), yakni Rp2.733.000 per gram.
Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Memasuki Kamis (18/6/2026), harga emas mulai terkoreksi ke level Rp2.703.000 per gram. Penurunan berlanjut pada Jumat (19/6/2026) menjadi Rp2.673.000 per gram, sebelum akhirnya ditutup pada posisi Rp2.668.000 per gram pada Sabtu (20/6/2026).
Dengan demikian, sepanjang sepekan harga emas Antam telah terkoreksi sebesar Rp61.000 per gram dibandingkan posisi awal pekan.
Meski sempat mencatatkan penguatan di awal perdagangan, tekanan yang terjadi pada paruh kedua pekan membuat harga logam mulia kembali melemah. Penurunan ini juga sejalan dengan pergerakan harga emas global yang cenderung terkoreksi setelah sebelumnya mengalami penguatan akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kondisi ekonomi dunia.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami penurunan yang lebih dalam. Kondisi tersebut membuat investor yang ingin menjual kembali emasnya harus menerima harga yang lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.
Meski demikian, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan.
Para analis menilai pergerakan harga emas ke depan masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perkembangan geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga pergerakan nilai tukar dolar AS. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan koreksi yang terjadi dalam sepekan terakhir, sebagian pelaku pasar menilai pelemahan harga emas dapat menjadi momentum bagi investor jangka panjang untuk kembali melakukan akumulasi, meskipun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.(dhil)










