koranindopos.com – Jakarta. Menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), harga beberapa komoditas pangan mengalami peningkatan. Berdasar info pangan DKI, beberapa komoditas yang harganya meningkat yakni, beras, minyak, cabai rawit merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, hingga kelapa kupas.
Salah satu kenaikannya yang cukup signifikan itu telur. Harga rata-rata di seluruh pasar tradisional di Jakarta mencapai Rp 31.533 per kilogram. Bahkan, ada beberapa pasar yang menjual Rp 33 ribu per kilogramnya. Salah satunya, di Pasar Pondok Labu.
Terkait naiknya beberapa komoditas pangan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI tidak menampiknya. Menurut Kepala Dinas KPKP DKI Suharini Eliawati, menjelang Nataru selalu terjadi kenaikan harga pangan. ”Trendnya memang, menjelang Nataru terjadi kenaikan harga pangan. Namun, secara umum, kenaikan pangan di Jakarta tahun ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya,” terang Eliawati.
Kenaikan harga menjelang Nataru meningkat disebutkannya disebabkan oleh permintaan kuantitas pangan yang lebih dari biasanya. ”Permintaan pangan yang tinggi di Jakarta diperkirakan mencapai 20 persen,” jelasnya.
Menurut Eliawati, berdasar data komoditi pangan yang mereka pantau, memang ada beberapa yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya, beras, telur ayam, dan cabe rawit merah. ”Peningkatan kebutuhan pangan tertinggi terjadi pada komoditas telur ayam sebesar 12,72 persen, sedangkan peningkatan kebutuhan terendah pada bawang putih sebesar 0,76 persen,” jelasnya.
Namun demikian, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta terus berusaha memastikan bahwa ketersediaan pangan di DKI Jakarta hingga awal tahun 2023 cukup aman. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir.
”Untuk kesiapan menghadapi Nataru, selain memantau rutin ketersediaan dan harga, kami juga akan melaksanakan bazar pangan keliling di rumah susun, kantor walikota, kecamatan, dan kelurahan,” imbuhnya.
Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa mereka juga akan mendistribusikan pangan subsidi bagi masyarakat tertentu dengan komoditas yakni, beras, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam ras, ikan kembung dan susu UHT. ”Kami juga menyediakan bahan pangan dalam bentuk paket, juga melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan di pasar tradisional, pasar modern, lokasi binaan dan pasar induk,” katanya. (wyu/mmr)










