koranindopos.com , Jakarta — Gejolak harga energi global mulai berdampak pada sektor perikanan nasional. Kenaikan harga solar non-subsidi telah dirasakan pelaku usaha perikanan tangkap skala besar dan menengah, sementara nelayan kecil masih menghadapi kendala akses terhadap solar subsidi.
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mengatakan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius pemerintah agar aktivitas nelayan tetap berjalan dan ekonomi pesisir tidak terganggu.
“Saya sudah cek langsung ke nelayan di Trenggalek. Solar subsidi masih aman dan harganya belum naik, tetapi ketersediaannya masih belum mudah didapat,” ujar Riyono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu, sebagian nelayan juga belum melaut akibat faktor cuaca, seperti gelombang tinggi dan kondisi terang bulan yang memengaruhi hasil tangkapan.
Berdasarkan data APBN, alokasi solar subsidi untuk nelayan di bawah 30 GT pada 2026 mengalami penurunan sekitar 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, alokasi mencapai 18,41 juta kiloliter dengan realisasi sebesar 18,88 juta kiloliter atau melebihi kuota yang tersedia.
Sementara pada 2023, alokasi solar subsidi tercatat 17,40 juta kiloliter dengan realisasi 17,62 juta kiloliter.
Riyono menjelaskan, harga solar subsidi saat ini berada di angka Rp6.800 per liter setelah mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp1.000 per liter. Tanpa subsidi, harga solar diperkirakan mencapai Rp7.800 per liter.
“Harga ini masih cukup terjangkau dan sangat membantu nelayan kecil kita,” katanya.
Riyono menegaskan negara harus hadir secara cepat dan responsif di tengah ketidakpastian sektor energi global. Menurutnya, perlindungan terhadap nelayan kecil sangat penting karena sektor perikanan menjadi penopang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir.
“Sekitar 90 persen protein dunia dari ikan dan hasil laut dihasilkan oleh nelayan kecil. Keberadaan mereka penting untuk menopang hampir tiga juta rumah tangga nelayan,” ujarnya.
Dalam dialog bersama nelayan di wilayah Pacitan dan Trenggalek, sejumlah aspirasi disampaikan kepada pemerintah. Nelayan meminta kemudahan akses solar subsidi, stabilitas harga ikan, serta bantuan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi pesisir.
DPR berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret agar dampak gejolak energi global tidak semakin membebani kehidupan nelayan kecil di berbagai daerah. (hai)










