Jumat, 4 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Hari Ginjal: Mesin Hemodialisis Sansin untuk Kesetaraan Akses Kesehatan Ginjal Merata

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
15 Maret 2024
in Kesehatan
A A
0
PT Itama Ranoraya Tbk (“IRRA”)
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Penyakit ginjal diperkirakan memengaruhi lebih dari 850 juta orang di seluruh dunia dan mengakibatkan lebih dari 3,1 juta kematian pada tahun 2019. Sayangnya, sebagian besar dari penderita penyakit ini adalah penyakit ginjal kronis (PGK). Kini, penyakit ginjal menduduki peringkat ke-8 penyebab kematian utama di dunia dan ke-10 di Indonesia dengan jumlah kematian lebih dari 42 ribu per tahun. Jika tidak ditangani dengan optimal, penyakit ginjal diproyeksikan dapat menjadi penyebab utama kematian peringkat ke-5  di dunia pada tahun 2040.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat ginjal berperan penting dalam mengatur keseimbangan elektrolit dan menyaring zat-zat berbahaya dari dalam darah, termasuk racun.

Karenanya, masyarakat diimbau untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit ginjal dengan melakukan pemeriksaan secara berkala setiap satu tahun sekali, terutama bagi penderita penyakit diabetes, hipertensi, dan obesitas, yang memiliki gaya hidup perokok, serta  memiliki riwayat keluarga penderita penyakit ginjal. Ketika dokter menilai ginjal tak lagi berfungsi optimal, maka pasien dapat dianjurkan untuk segera mendapatkan perawatan lanjutan. Salah satunya adalah dengan prosedur cuci darah menggunakan mesin hemodialisis yang dapat menyaring limbah pada darah di luar tubuh.

Memahami betapa krusialnya ketersediaan alat hemodialisis, PT Itama Ranoraya Tbk (“IRRA”), perusahaan yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi, telah mendistribusikan produk hemodialisis Sansin W-T2008-B kepada beberapa rumah sakit. Sejak memulai distribusi mesin hemodialisis pada Desember 2023, Perseroan telah berhasil menjangkau sejumlah fasilitas kesehatan di berbagai daerah dan berencana untuk terus memperluas jangkauan pasar.

Artikel Terkait

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk menyebut “Hemodialisis tetap menjadi salah satu metode utama dalam pengelolaan penyakit ginjal kronis.  Pada mesin hemodialisis ini terdapat bagian-bagian yang dapat menyaring darah pasien untuk membuang urea, kreatinin, asam urat, dan kelebihan air, dan mempertahankan atau mengembalikan sistem buffer tubuh, kadar elektrolit tubuh, serta memperbaiki status kesehatan penderita.

Dengan memahami manfaat-manfaat tersebut, Perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi terbaik bagi perawatan terhadap penyakit ginjal ini. Harapan kami, distribusi ini dapat berkontribusi meningkatkan akses terhadap perawatan berkualitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Berdasarkan rekomendasi National Kidney Foundation, hemodialisis sebaiknya dilakukan ketika fungsi ginjal turun hingga 15 persen atau ketika seseorang mengalami gejala yang parah oleh penyakit ginjal, seperti sesak napas, keram otot, dan mual atau muntah[5]. Penentuan waktu untuk memulai prosedur cuci darah ini biasanya didasarkan pada hasil tes laboratorium yang mengukur tingkat fungsi ginjal yang tersisa dan gejala yang dialami oleh pasien dengan bantuan tenaga kesehatan.

Herlina, Kepala Ruangan Unit Hemodialisis RSUD Dr. H. Soemarno Sostroatmodjo, Kapuas, Kalimantan Tengah, salah satu pengguna mesin hemodialisis dari IRRA menjelaskan “Sejauh ini, kami sangat puas dengan performa dari mesin hemodialisis Sansin W-T2008-B.

Sebagai salah satu aplikator, Sansin memiliki fitur lengkap yang mudah dipahami ketika para tenaga kesehatan menggunakannya. Tak hanya itu, mesin Sansin ini lebih cepat siap sehingga mampu menghemat waktu dalam memberikan tindakan kepada pasien.”

Membuka Akses Hemodialisis dengan Skema Pinjam-Pakai

Untuk mendorong akses perawatan hemodialisis, IRRA juga menyediakan skema sistem kerjasama pinjam-pakai bagi fasilitas kesehatan pada mesin hemodialisis dengan masa kontrak tertentu. Ini memungkinkan fasilitas kesehatan menyediakan perawatan komprehensif kepada pasien dengan harga yang relatif lebih terjangkau, seraya menghemat anggaran pengadaan peralatan.

Melalui mekanisme ini, fasilitas kesehatan dapat meminjam mesin hemodialisis, mendapatkan perawatan mesin secara reguler, sekaligus mengakses consumable products IRRA dengan lebih hemat biaya.

”Kami menggunakan skema pinjam-pakai yang disediaakan Itama Ranoraya untuk menyediakan 6 unit mesin hemodialisis di Rumah Sakit kami. Kami merasa bahwa skema pinjam-pakai yang ditawarkan ini lebih unggul dibandingkan dengan membeli langsung.

Selain dapat menghemat biaya operasional pengadaan mesin, kami juga dapat menghemat biaya perawatan mesin sebab kami mendapatkan fasilitas perawatan tersebut dari para teknisi Itama Ranoraya.”  tutup Herlina. (ris)

Topik: hari ginjalPT Itama Ranoraya Tbk (IRRA)

TerkaitBerita

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG
Kesehatan

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

oleh Editor : Affandy
3 September 2026
500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend
Kesehatan

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

oleh Editor : Affandy
2 September 2026
Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker
Kesehatan

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

oleh Editor : Affandy
1 September 2026
Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta
Kesehatan

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Rasio Klaim Membaik, Avrist Perkuat Bisnis Asuransi Kesehatan

Rasio Klaim Membaik, Avrist Perkuat Bisnis Asuransi Kesehatan

3 September 2026
Moyo Technologies Bawa Teknologi Adtech Indonesia Raih Gold dan Silver di MOB-EX Awards 2026

Moyo Technologies Bawa Teknologi Adtech Indonesia Raih Gold dan Silver di MOB-EX Awards 2026

4 September 2026
Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Dokter Richard Lee Ditunda Pekan Depan

Richard Lee Bantah Keterangan Saksi Distributor di Persidangan

4 September 2026
TEPERGOK TIDUR: Presiden Amerika Serikat Donald Trump tepergok kamera sedang tertidur saat stasiun televisi Fox News menayangkan siaran langsung dari Gedung Putih. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Presiden Trump Tepergok Tidur Lagi Saat Siaran Langsung

4 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    817 shares
    Share 327 Tweet 204
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4427 shares
    Share 1771 Tweet 1107
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya