Koranindopos.com – JAKARTA – Persaingan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China bakal semakin ketat menjelang akhir Agustus 2026. Hyundai bersiap memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Hyundai Ioniq V, yang dikembangkan khusus untuk pasar Negeri Tirai Bambu.
Model fastback listrik tersebut diproduksi melalui perusahaan patungan Beijing Hyundai, kerja sama antara Hyundai dan pabrikan China, Beijing Automotive Group (BAIC).
Beijing Hyundai memastikan sesi pra-penjualan atau presales sekaligus pengumuman harga resmi Ioniq V akan digelar pada 21 Agustus 2026 dalam ajang Chengdu Auto Show 2026.
Kehadiran model ini menjadi bagian dari strategi Hyundai untuk memperkuat kembali eksistensinya di pasar kendaraan listrik China yang dikenal sangat kompetitif.
Chengdu Auto Show 2026 menjadi panggung penting bagi Hyundai untuk memperkenalkan Ioniq V secara lebih lengkap kepada konsumen China.
Pameran otomotif tersebut disebut menjadi salah satu gelaran besar di China, selain pameran otomotif di Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Tahun ini, area pameran mencapai sekitar 220.000 meter persegi dengan lebih dari 1.600 model kendaraan dari sekitar 120 merek.
Sebelumnya, wujud awal Ioniq V telah diperlihatkan dalam Beijing Auto Show 2026.
Hyundai mengembangkan kendaraan tersebut secara khusus untuk pasar domestik China. Hingga kini, belum ada rencana untuk mengekspor Ioniq V ke pasar internasional dalam waktu dekat.
Hyundai Ioniq V mengusung desain fastback yang aerodinamis. Kap mesinnya dibuat landai dan menyatu dengan garis bodi menuju kaca depan sehingga memberikan kesan sporty sekaligus futuristis.
Mobil ini memiliki panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.900 mm.
Bobot kosongnya berada di kisaran 1.707 hingga 1.808 kilogram, tergantung varian yang dipilih.
Untuk memberikan pilihan lebih luas kepada konsumen, Hyundai menyediakan sejumlah pilihan warna eksterior, mulai dari emas, ungu, hijau, abu-abu, putih, perak, hingga hitam.
Masuk ke kabin, Ioniq V menawarkan konsep interior yang mengutamakan teknologi digital.
Salah satu fitur yang paling mencolok adalah penggunaan panel layar ganda berukuran total 27 inci. Sistem tersebut dipadukan dengan head-up display (HUD) yang menampilkan informasi berkendara di area pandang pengemudi.
Teknologi keselamatan dan bantuan berkendara juga menjadi perhatian Hyundai. Ioniq V dibekali sistem assisted driving yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi otonom asal China, Momenta.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman sekaligus kompetitif di tengah pesatnya perkembangan teknologi kendaraan pintar di China.
Dari sisi teknologi penggerak, Hyundai Ioniq V menggunakan sistem tegangan tinggi 800V. Arsitektur tersebut memungkinkan kendaraan mendukung proses pengisian daya berkecepatan tinggi.
Hyundai menyediakan dua pilihan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dipasok oleh CATL.
Varian standar menggunakan baterai berkapasitas 53,5 kWh dengan motor listrik bertenaga 140 kW atau sekitar 188 hp. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 520-540 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.
Sementara itu, varian long-range mengandalkan baterai 66,8 kWh yang dipadukan dengan motor listrik 168 kW atau sekitar 225 hp.
Varian tersebut diklaim mampu menempuh jarak sekitar 620-650 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan standar CLTC.
Selain dua varian battery electric vehicle (BEV), Hyundai juga dikabarkan tengah menyiapkan versi extended-range electric vehicle (EREV) yang menggunakan sistem penambah jarak tempuh.
Kehadiran Ioniq V menjadi langkah strategis Hyundai untuk memperbaiki performanya di pasar China.
Persaingan kendaraan listrik di negara tersebut semakin sengit dengan kehadiran berbagai merek lokal yang menawarkan harga kompetitif, teknologi canggih, serta pilihan model yang semakin beragam.
Data China EV DataTracker menunjukkan pengiriman Hyundai pada Juli 2026 tercatat sebanyak 6.610 unit. Angka tersebut turun 46,8 persen secara tahunan.
Karena itu, Ioniq V diharapkan mampu menjadi salah satu produk yang membantu Hyundai merebut kembali perhatian konsumen China.
Dengan mengandalkan desain fastback, teknologi layar berukuran besar, arsitektur 800V, baterai CATL, serta kemampuan jarak tempuh hingga 650 kilometer, Ioniq V akan menghadapi persaingan dengan sejumlah kendaraan listrik populer di kelasnya, termasuk Xpeng Mona M03 dan MG 07.
Pengumuman harga pada 21 Agustus 2026 di Chengdu Auto Show akan menjadi salah satu penentu daya saing Ioniq V. Harga yang kompetitif akan menjadi faktor penting bagi Hyundai jika ingin menantang dominasi produsen kendaraan listrik lokal di pasar China.(dhil/suaraflores)










