Koranindopos.com – Jakarta. IGRC (Indonesian Governance Risk Compliance) seminar Penerapan Manajemen Risiko dengan menghadirkan Organisasi Bisnis dan Non Bisnis/Publik di Indonesia berlokasi di Plaza BPJamsostek ,Jakarta.
Salah satu Nara Sumber Wahyu Muryadi selaku Komisaris Independen PT Hutama Karya (Persero) mengungkapkan Forum ini sangat penting sekali dan juga sangat menarik.
Wahyu mengatakan Forum ini bisa saring berbagi gagasan tetapi juga berbagi pengalaman dimana saya sebagai pengurus BUMN sebagai Dewan komisaris.
“Komisaris kan tugasnya mengawasi, mengevaluasi, mengingatkan dan menasehati”, tambahnya.
Semua Badan Usaha Milik Negara maupun milik Swasta, yang namanya Manajemen Risiko wajib mendapatkan perhatian utama.
“BUMN sekelas Hutama Karya, itu harus sudah paham kalau terjadi Risiko, mengatasinya seperti apa, itu semua di bahas di forum ini sehingga semua peserta menjadi puas dalam mengikutinya”, ungkap wahyu.
Lanjutnya, wahyu menjelaskan Hutama karya merupakan BUMN yang kategorinya itu konglomerasi (Sistemik A), karena memiliki aset hampir 170 triliun, kompleksitas dari usaha Risikonya begitu besar sekali, sehingga diantisipasi sedemikian rupa agar supaya kalau terjadi Risiko itu sudah menjadi hal yang sudah dikalkulasi.
Wahyu berharap kultur risiko harus tertanam disemua level keluarga besar Hutama Karya tidak hanya Dewan komisaris, BUMN ini menjadi yang terkemuka, unggul dan sekaligus juga menguntungkan dan bisa membagi keuntungannya untuk negara. (why)










