Koranindopos.com – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan awal pekan dengan pergerakan positif. Pada pembukaan perdagangan Senin (3/8/2026), indeks berhasil bertahan di zona hijau seiring meningkatnya minat beli investor terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 6.249, menguat 18,1 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Saat pembukaan, indeks bahkan sempat menyentuh level 6.272 sebelum bergerak fluktuatif.
Sepanjang sesi perdagangan pagi, IHSG bergerak dalam kisaran 6.235 hingga 6.273, menunjukkan aktivitas transaksi yang cukup aktif sejak awal perdagangan.
Nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp1,14 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 2,99 miliar lembar saham yang berpindah tangan dalam 183.985 kali transaksi.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 306 saham menguat, 205 saham melemah, sementara 199 saham bergerak stagnan. Data tersebut menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung positif meski tekanan jual masih terjadi pada sebagian emiten.
Secara jangka pendek, performa IHSG masih menunjukkan tren yang cukup baik. Dalam periode satu bulan terakhir, indeks tercatat menguat sekitar 5,72 persen, sedangkan secara mingguan naik 1,11 persen.
Namun jika melihat periode yang lebih panjang, tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih terlihat. Dalam tiga bulan terakhir IHSG masih mengalami koreksi sekitar 15,24 persen, sementara dalam enam bulan terakhir penurunannya mencapai sekitar 30,02 persen. Secara tahunan, indeks juga masih berada di zona negatif.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa meskipun pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam jangka pendek, investor tetap mencermati berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar, baik dari dalam negeri maupun global.
Penguatan IHSG pada awal pekan menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Namun, pelaku pasar masih akan mencermati berbagai sentimen yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan selanjutnya, mulai dari perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga rilis data ekonomi domestik.
Selain itu, kinerja emiten yang akan merilis laporan keuangan serta perkembangan sektor komoditas juga diperkirakan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Dengan pembukaan yang berada di zona hijau, investor berharap momentum positif ini dapat berlanjut sehingga mampu memperkuat optimisme pasar setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.(dhil)










