JAKARTA, koranindopos.com – Bepahkupi startup yang bergerak di bidang pertanian dan industri pengolahan kopi adalah salah satu tenant dari Program Inkubator Wirausaha Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) tahun 2021 mewakii Indonesia di ajang Nextrise Startup Global Fair South Korea pada 16-17 Juni 2022.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Bepahkupi dalam mengikuti ajang bergensi pertemuan startup dari berbagai dunia di Korea Selatan, dan diharapkan Bepahkupi dapat menggandeng investor mancanegara.
“Kami mendukung penuh, diharapkan upaya ini bisa menginspirasi dan mendorong para peserta tenant-tenant dari Program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM untuk terus berkembang, dan membuka peluang investasi baik domestik maupun internasional,” ujar Supomo di Jakarta, Senin (13/6/2022).
Supomo juga berharap Bepahkupi bisa sukses dalam ajang Nextrise Startup Global Fair South Korea dan juga mendapatkan suntikan investasi untuk pengembangan modal kerja maupun pengembangan dari sisi bisnis, tata kelola manajemen bisnis, dan juga pemasaran.
Sementara itu, Maulana Wiga Chief Executive Officer (CEO) Bepahkupi mengungkapkan, ajang Nextrise ini akan diikuti lebih dari 300 startup, 2.000 lebih perusahaan dan Venture Capital Vc dari seluruh penjuru dunia.
“Pastinya acara ini akan menyimpan banyak kesempatan untuk menjalin relasi antar bisnis, investasi serta terjalinnya kerja sama. Bepah Group menjadi perusahaan yang akan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi di Asia ini. Bisnis yang dibangun oleh Bepah Group fokus pada pengembangan digital teknologi dan blockchain serta juga sektor riil pengembangan pertanian kopi di Indonesia,” ungkap Wiga.
Wiga menambahkan, Bepahkupi juga didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, LPDB-KUMKM serta Kedutaan Besar Indonesia Untuk Korea Selatan.
“Nextrise Global Startup Fair di dukung oleh Berbagai Perusahaan diantaranya Korea Development Bank, Korea International Trade Association, National Research Council of Science, Korea Venture Business, dan Korea Venture Capital Association. Ajang Nextrise ini diharapkan dapat membawa kolaborasi strategis dalam perkembangan teknologi startup dalam negeri,” pungkas Wiga. (riz)










