koranindopos.com – Jakarta. Indonesia bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam mendorong penguatan infrastruktur program energi nuklir. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui penyelenggaraan Interregional Workshop on Self-Evaluation on Infrastructure Development for New Nuclear Power Programmes, yang akan berlangsung pada 23-27 September 2024 di kantor pusat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Workshop ini merupakan bagian dari proyek kerja sama teknis IAEA bertajuk INT2024, yang akan diikuti oleh 30 peserta dari 21 negara anggota IAEA. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pembahasan terkait kesiapan infrastruktur nuklir di berbagai negara yang tengah merencanakan pengembangan program energi nuklir nasional.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito, menyatakan bahwa Indonesia tengah mematangkan rencana pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit listrik sebagai bagian dari upaya optimalisasi Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) dalam bauran energi nasional. Langkah ini juga sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
“Penyiapan dan penguatan infrastruktur program energi nuklir sangatlah penting agar rencana ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai perencanaan, mulai dari aspek keekonomian, kesiapan teknologi, hingga keselamatan,” ujar Mego pada Minggu (22/9/2024).
Mego juga menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam program kerjasama teknis IAEA ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya untuk memperkuat infrastruktur nuklir nasional, tetapi juga untuk mengambil peran sebagai fasilitator bagi negara-negara anggota IAEA lainnya yang berminat mengembangkan program energi nuklir.
Workshop IAEA ini berfokus pada kajian diri terkait kesiapan infrastruktur nuklir nasional, yang diperlukan untuk mendukung pengembangan program energi nuklir di berbagai negara. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi negara-negara anggota IAEA dan mendorong pemanfaatan energi nuklir yang semakin meningkat di seluruh dunia.
Melalui kolaborasi ini, Indonesia berkesempatan memperkuat posisinya dalam pertukaran pengetahuan dan kepakaran di bidang energi nuklir, sekaligus mendukung pengembangan energi nuklir yang aman dan berkelanjutan di tingkat internasional. (hai/infopublik)










