Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Indonesia Hygiene Forum 2025 Soroti Ancaman Penyakit Gusi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Nasional

Editor : Akula oleh Editor : Akula
22 Desember 2025
in uncategorized
A A
0
Indonesia Hygiene Forum 2025 Soroti Ancaman Penyakit Gusi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Unilever Indonesia melalui merek Pepsodent kembali menggelar Indonesia Hygiene Forum 2025 (IHF 2025) sebagai ruang diskusi lintas keahlian yang membahas persoalan kesehatan gigi dan mulut, khususnya penyakit gusi. Forum ini menyoroti fakta ilmiah bahwa gangguan gusi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas masyarakat dan beban ekonomi negara.

Diskursus IHF 2025 berangkat dari publikasi jurnal medis internasional yang mengulas hubungan kuat antara penyakit gusi dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular serta penurunan kinerja masyarakat. Data global menunjukkan masalah ini semakin mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pada 2050 sebanyak 1,5 miliar orang akan mengalami periodontitis parah, sementara sekitar 660 juta orang diprediksi kehilangan gigi.

Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tercatat sebagai salah satu kawasan dengan prevalensi tertinggi.
Kementerian Kesehatan RI menilai persoalan ini perlu ditangani secara kolaboratif. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, menyampaikan, “Menurut data dari Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes RI yang telah menjangkau 63,5 juta penduduk, masalah gigi masuk dalam 5 tertinggi yang ditemukan pada seluruh kelompok usia. Hal ini mengindikasikan bahwa kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Kemenkes RI mencanangkan Rencana Aksi Nasional dengan 4 pilar utama. Tentunya kami tidak mungkin berjalan sendirian, diperlukan kolaborasi lintas pihak dalam mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut melalui edukasi berkelanjutan.”

IMG 20251222 WA0007 - Indonesia Hygiene Forum 2025 Soroti Ancaman Penyakit Gusi terhadap Produktivitas dan Kesehatan Nasional

Artikel Terkait

Sering Diabaikan, Penyakit Arteri Perifer Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Jadi Libur Resmi

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, Siswa Aero Astra Akademia Belajar Langsung di Hotel

Dari sisi industri, Unilever Indonesia menegaskan komitmennya dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Personal Care Community Lead Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., menjelaskan, “Unilever Indonesia selaku Perusahaan yang konsisten berkomitmen melindungi kesehatan masyarakat mengadakan sebuah Roundtable Discussion yang melibatkan sederetan ahli kedokteran gigi dan mulut, kedokteran penyakit dalam, dan pakar kesehatan masyarakat terkemuka asal Inggris, Vietnam dan Indonesia untuk mengupas lebih dalam tentang penyakit gusi dan dampaknya terhadap produktivitas dan kesehatan.”

Forum ini juga mengulas mengapa masyarakat Indonesia tergolong rentan mengalami penyakit gusi. Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., memaparkan berbagai faktor risiko, mulai dari rendahnya literasi kesehatan gigi, tingginya kebiasaan merokok, pola makan kurang gizi, hingga keterbatasan tenaga medis.

“Terlebih lagi, penyakit gusi merupakan ‘silent killer’ karena di tahap awal (peradangan gusi/gingivitis) umumnya gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit,” katanya.

Rendahnya kesadaran membuat banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan saat kondisi sudah memasuki tahap periodontitis. Akibatnya, perawatan menjadi lebih rumit dan mahal. WHO mencatat kerugian produktivitas akibat masalah gigi dan mulut di Indonesia mencapai USD3.213 juta atau sekitar Rp53,3 triliun per tahun, angka yang jauh melampaui pengeluaran masyarakat untuk perawatan gigi per kapita.
Dampak penyakit gusi juga menjalar ke kesehatan sistemik.

Spesialis Penyakit Dalam FKUI, dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, Ph.D., menjelaskan keterkaitan erat antara penyakit gusi, diabetes, dan jantung. Ia menyebutkan, “Sebuah studi menunjukkan bahwa penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk menderita keparahan penyakit gusi,” ujarnya.

Selain itu, penyakit gusi dikaitkan dengan infeksi pernapasan dan komplikasi kehamilan, yang seluruhnya berkontribusi pada tingginya klaim pembiayaan JKN melalui BPJS Kesehatan. Situasi ini mempertegas bahwa kesehatan gigi dan mulut tidak bisa dipandang sebagai isu sepele.

Sebagai langkah ke depan, IHF 2025 merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari penguatan data epidemiologi nasional, integrasi kebijakan kesehatan gigi, pengembangan sistem informasi, hingga edukasi sejak usia sekolah dan layanan terpadu bagi pasien penyakit tidak menular. Edukasi menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride juga ditekankan sebagai langkah preventif.

“Beberapa poin ini sudah sangat sejalan dengan agenda yang sedang digalakkan Kemenkes RI. Kami berterima kasih atas rekomendasi yang telah disusun, dan terbuka untuk saling berdiskusi dan berkolaborasi dalam mewujudkannya,” pungkas dr. Elvieda.

Topik: Pepsodent

TerkaitBerita

Sering Diabaikan, Penyakit Arteri Perifer Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
uncategorized

Sering Diabaikan, Penyakit Arteri Perifer Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

oleh Editor : Affandy
8 Oktober 2026
KOMUNITAS MUSLIM: Council on American-Islamic Relations (CAIR) cabang California—organisasi advokasi dan hak-hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat berpartisipasi dalam acara tahunan ke-13 *Muslim Day at the Capitol* (MDAC) yang digelar di Sacramento. (Foto Ilustrasi: ca.cair.com)
uncategorized

California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Jadi Libur Resmi

oleh Editor : Memoarto
3 Oktober 2026
Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, Siswa Aero Astra Akademia Belajar Langsung di Hotel
uncategorized

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri, Siswa Aero Astra Akademia Belajar Langsung di Hotel

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan
Opini

Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

oleh Editor : Anggoro
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

LPDB Koperasi Perkuat Aspek Hukum, Jaga Akuntabilitas Dana Bergulir

LPDB Koperasi Perkuat Aspek Hukum, Jaga Akuntabilitas Dana Bergulir

9 Oktober 2026
Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang

Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang

9 Oktober 2026
Jembatani Programmer Muda dan UMKM, Kemenekraf Luncurkan CHAT

Jembatani Programmer Muda dan UMKM, Kemenekraf Luncurkan CHAT

9 Oktober 2026
Rayakan 100 Tahun di Indonesia, NIVEA Perkuat Komitmen melalui Inovasi dan Kepedulian

Rayakan 100 Tahun di Indonesia, NIVEA Perkuat Komitmen melalui Inovasi dan Kepedulian

9 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4947 shares
    Share 1979 Tweet 1237
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur dan Yayasan MBG, Ada Setoran Rp2.000 per Porsi

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya