Koranindopos.com, JAKARTA – Industri produk kosmetik dan perawatan diri semakin ’glowing’. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pertumbuhan jumlah industri kosmetik di Indonesia mencapai 21,9 persen, yakni dari 913 perusahaan di tahun 2022 menjadi 1.010 pada medio 2023.
Tren positif tersebut menjadi peluang sejumlah emiten melakukan penetrasi pasar melalui pameran atau expo. Di antaranya Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) yang diinisiasi oleh Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi). Ajang yang telah berlangsung di Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/5/2025) tersebut, tahun ini telah memasuki tahun ke-14. Kemudian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menyelenggarakan ajang serupa, namanya Cosmetic Toll Manufacturer Expo. Event tersebut diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat selama tiga hari pada Jumat–Minggu (13–15/9/2024).
Tahun ini, selain ICI, IndoBeauty Expo 2025 pun diselenggarakan. Pameran yang dimotori oleh Krista Exhibitions itu tahun ini telah memasuki tahun ke-15. Ajang tersebut berlangsung selama tiga hari, pada Kamis–Sabtu (7–9/8/ 2025) di Hall C1 dan C2, Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. ”Pada gelaran IndoBeauty Expo 2025, kami dengan bangga menghadirkan lebih dari 120 peserta yang mewakili lebih dari 250 merek ternama di industri kosmetik, perawatan diri, dan inovasi kecantikan. Tahun ini, partisipasi datang dari lebih dari sembilan negara, di antaranya Uni Emirat Arab, Indonesia, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan Tiongkok,” kata CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim saat sambutan di pembukaan pameran tersebut pada Kamis (7/8/2025).
Menurut Daud, keikutsertaan mereka membuka kesempatan bagi pelaku industri dan pengunjung untuk melihat secara langsung dinamika dan arah perkembangan tren kecantikan saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kecantikan ini mengalami pertumbuhan pesat, ditandai dengan kemunculan berbagai inovasi yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta keberagaman dalam setiap produk.
Berdasar data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, industri kosmetik nasional mampu menembus pasar ekspor, di mana secara kumulatif untuk periode Januari– November 2023 nilai ekspor untuk produk kosmetik, wewangian, dan essential oils tercatat mencapai USD 770,8 juta pada tahun 2024. (rls/why/mmr)










