Selasa, 1 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Dorong Industri Kesehatan Lepas Dari Ketergantungan Impor

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
29 April 2026
in Bisnis
A A
0
INDUSTRI KESEHATAN: Dirjen Farmalkes-Kemenkes RI Dr. Dra. L. Rizka Andalusia menandatangani peresmian operasional Kantor dan Fasilitas Produksi PT Dua Rimba Medtech Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/4/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

INDUSTRI KESEHATAN: Dirjen Farmalkes-Kemenkes RI Dr. Dra. L. Rizka Andalusia menandatangani peresmian operasional Kantor dan Fasilitas Produksi PT Dua Rimba Medtech Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/4/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan  Kementerian Kesehatan (Dirjen Farmalkes-Kemenkes) RI L. Rizka Andalusia menekankan, kemandirian produksi alat kesehatan dalam negeri adalah hal penting. Tujuannya untuk menghilangkan ketergantungan impor.

”Kehadiran perusahaan ini (PT Dua Rimba Medtech Indonesia, Red) sebagai bagian dari penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, khususnya dalam manufaktur solusi perawatan luka tingkat lanjut,” kata Rizka saat menandatangani peresmian operasional Kantor dan Fasilitas Produksi PT Dua Rimba Medtech Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/4/2026).

Peresmian tersebut sekaligus sebagai langkah awal industri kesehatan dalam negeri dalam mendorong lokalisasi manufaktur. Khususnya, sebagai solusi perawatan luka tingkat lanjut di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis teknologi dan manufaktur lokal, PT Dua Rimba Medtech Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi yang selaras dengan kebutuhan klinis di Indonesia.

Direktur Utama PT Dua Rimba Medtech Indonesia Hoesni I Karim menyatakan, perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Sementara solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan. ”Kami juga memandang penting untuk memperkuat kapabilitas lokal melalui pengembangan dan manufaktur solusi perawatan luka modern di dalam negeri. Untuk itu, kami mengembangkan produk perawatan luka modern yang praktis, andal, dan sesuai dengan kondisi lokal, sehingga tenaga medis dapat memberikan perawatan yang lebih konsisten,” beber Hoesni.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Rp 2,664 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp 2,67 Juta per Gram Usai Anjlok Rp 48.000

Kemendag Sebut Rasio Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29 Persen

Hoesni menambahkan, PT Dua Rimba Medtech Indonesia mengoperasikan kantor dan fasilitasnya di Cikarang yang telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB), sertifikasi Halal, serta standardisasi internasional ISO 13485 yang dikeluarkan oleh TUV SUD. ”Melalui pemenuhan standar kualitas nasional dan internasional tersebut, kami optimistis dapat melayani pasar domestik maupun regional, sekaligus memperluas akses, memperkuat ketahanan pasokan, serta menghadirkan solusi perawatan luka yang andal dan relevan,” jelasnya. (rls/sha/mmr)

Topik: Kesehatan

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Rp 2,664 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Rp 2,664 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
1 September 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp 2,67 Juta per Gram Usai Anjlok Rp 48.000
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp 2,67 Juta per Gram Usai Anjlok Rp 48.000

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
PELUANG USAHA: Pengunjung mencari informasi di salah satu gerai waralaba peserta IFRA 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: lensaternate.com)
Bisnis

Kemendag Sebut Rasio Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29 Persen

oleh Editor : Memoarto
30 Agustus 2026
Jasa Raharja Raih Tingkat Kepuasan Stakeholder Sangat Baik Sepanjang 2025
Bisnis

Jasa Raharja Raih Tingkat Kepuasan Stakeholder Sangat Baik Sepanjang 2025

oleh Editor : Anggoro
29 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya