Koranindopos.com – JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini, Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data Bloomberg L.P., mata uang Negeri Paman Sam tercatat berada di level Rp 17.239 atau naik 28 poin (0,16%).
Penguatan ini menandakan dolar AS masih bertahan di kisaran Rp 17.200-an, mencerminkan tekanan yang masih dirasakan rupiah di pasar valuta asing. Pergerakan tersebut juga sejalan dengan tren global, di mana dolar AS menunjukkan kinerja positif terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Secara internasional, dolar AS terpantau menguat terhadap beberapa mata uang utama, seperti yen Jepang, dolar Australia, dolar Singapura, yuan China, pound sterling, hingga euro. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Penguatan dolar AS biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral AS, kondisi ekonomi domestik Amerika, hingga sentimen pasar global. Ketika dolar menguat, mata uang negara berkembang seperti rupiah cenderung mengalami tekanan karena arus modal yang beralih ke aset-aset berbasis dolar.
Bagi Indonesia, pelemahan rupiah dapat berdampak pada beberapa sektor, seperti meningkatnya biaya impor dan tekanan terhadap inflasi. Namun di sisi lain, kondisi ini juga bisa memberikan keuntungan bagi sektor ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.
Pelaku pasar kini menantikan berbagai sentimen lanjutan, termasuk arah kebijakan moneter global dan data ekonomi terbaru yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam beberapa waktu ke depan.(dhil)










