
JAKARTA, koranindopos.com – Pemerintah akan menyiapkan penawaran atau lelang Wilayah Kerja (WK) Migas sejumlah 12 WK. Hal itu merupakan bagian dari target kinerja Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini. Dari pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan akan menarik investor untuk berinvestasi dan membangkitkan kembali gairah kegiatan usaha hulu migas di Indonesia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan pemanfaatan gas untuk domestik ditingkatkan ke angka 66 persen. Pihaknya akan terus berupaya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat, sekaligus memantau pelaksanaan kebijakan tersebut melalui kerjasama lebih erat dengan stakeholder. Sedangkan, terkait lifting migas ditarget tahun ini dipatok sebesar 703 MBOPD.
“Adapun lifting gas bumi sebesar 1.036 MBOEPD dengan ICP Rata-rata sebesar USD63 per barel. Itu berdasarkan hasil Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI,” jelas Tutuka melalui siaran persnya, Rabu (19/1). Menurutnya, pemerintah juga optimistis kegiatan usaha migas dapat berangsur-angsur membaik. Investasi migas tahun 2022 ini ditargetkan sebesar US$17 miliar. Selain itu, direncanakan pula penyesuaian harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan dengan memberikan keterjangkauan harga pada konsumen terus dipantau.
Dengan begitu, lanjut Tutuka, diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang lebih baik untuk tumbuhnya perekonomian nasional. Pada tahun ini, pembangunan infrastruktur migas juga masih akan terus dilaksanakan. Sesuai dengan hasil Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, disepakati pembangunan jargas pada 2022 ditargetkan sebanyak 40.000 sambungan rumah (SR). Sementara kegiatan pendistribusian konverter kit untuk nelayan ditargetkan sebanyak 30.000 paket dan konverter kit untuk petani sebanyak 30.000 paket.
Tak cukup sampai di situ, Tutuka memaparkan bahwa tahun ini akan menjadi penanda dimulainya kegiatan pembangunan Pipa Transmisi Ruas Semarang-Batang sebagai bagian dari ruas Cirebon-Semarang. “Kebijakan penyediaan LPG 3 kg pun akan terus disempurnakan agar kebijakan tersebut dapat lebih tepat sasaran,” tandasnya.(hai)









