koranindopos.com – Jakarta. Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa pihaknya akan menentukan akhir konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut bahwa konflik tersebut akan segera berakhir.
Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Selasa (10/3/2026), IRGC menyampaikan bahwa masa depan kawasan kini berada di tangan angkatan bersenjata Iran. Mereka juga menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak akan menjadi pihak yang menentukan berakhirnya konflik di kawasan tersebut.
“Kamilah yang akan menentukan akhir perang,” demikian pernyataan tegas dari IRGC. Organisasi militer elit Iran itu juga menambahkan bahwa situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah saat ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan militer Iran dan sekutunya.
Pernyataan tersebut secara langsung menanggapi komentar Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyampaikan bahwa konflik di Timur Tengah akan segera berakhir. Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci mekanisme atau langkah yang akan ditempuh oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik tersebut.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memang telah berlangsung lama dan sering memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai konflik dan persaingan geopolitik di wilayah tersebut melibatkan banyak aktor regional maupun global, termasuk Iran dan Amerika Serikat.
IRGC sendiri merupakan salah satu pilar utama kekuatan militer Iran yang memiliki pengaruh besar dalam kebijakan pertahanan dan keamanan negara itu. Organisasi ini kerap terlibat dalam berbagai operasi militer serta mendukung kelompok sekutu Iran di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan terbaru IRGC ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Para pengamat menilai, retorika keras dari kedua pihak dapat memperumit upaya diplomasi dan memperpanjang ketidakstabilan di kawasan.
Situasi tersebut membuat masa depan konflik di Timur Tengah masih belum dapat dipastikan. Namun, pernyataan dari IRGC menegaskan bahwa Iran ingin menunjukkan peran sentralnya dalam menentukan arah dan akhir dari konflik yang terjadi di kawasan tersebut.(dhil)










