JAKARTA, koranindopos.com – Memperingati HUT Ke-495 DKI, DPRD DKI bersama Pemprov DKI melaksanakan rapat paripurna pada Rabu (22/6/2022). Dalam rapat tersebut, hadir pula perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diwakili Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro.
Dalam sambutannya, Suhajar menyampaikan bahwa 495 tahun merupakan usia yang cukup panjang, melebihi rentang waktu yang telah dijalani berbagai kota metropolitan dunia seperti New York di Amerika Serikat maupun Ottawa di Kanada. Tidak sedikit kota tua di dunia yang dulu besar, tapi pada perjalanannya justru tidak berkembang.
Namun, Jakarta tidak demikian. Menurut Suhajar, Jakarta telah berhasil mengukuhkan diri sebagai kota yang terus bergerak dinamis. Membentuk dirinya mengikuti perkembangan zaman. Dia juga menyebutkan, ada beberapa indikator kesejahteraan rakyat yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dalam bingkai otonomi daerah.
Indikator tersebut meliputi indeks pembangunan manusia (IPM), angka kemiskinan, angka pengangguran, ketimpangan pendapatan, dan indikator lainnya. ”Terkait dengan indikator-indikator itu, DKI Jakarta telah menunjukkan kinerja yang baik. IPM DKI Jakarta 2022 mencapai 81,11 persen atau naik 0,42 persen dibanding 2020 sebesar 80,77 persen,’’ katanya.
Indikator lainnya adalah pendapatan per kapita. Dia menyebutkan, pada 2021, Pemda DKI berhasil membuat peningkatan 2,86 persen. Dalam hal tingkat kemiskinan, DKI Jakarta berhasil menurunkan jumlah orang miskin dari 4,69 persen pada 2020 menjadi 4,67 persen pada 2021.
Meskipun demikian, kata Suhajar, pencapaian itu belum memenuhi target yang ditetapkan Pemerintah DKI, yaitu 3,85 persen. Mengenai tingkat kemiskinan, itu juga perlu mendapat perhatian khusus karena berada di DKI Jakarta. ”Saat ini, (DKI) masih tercatat jumlah penduduk dengan kemiskinan ekstrem sebesar 132.345 jiwa,’’ terangnya.
Fakta tersebut, sambung Suhajar, penting untuk lebih dicermati karena pandemi Covid-19 juga memiliki dampak terhadap ketimpangan pendapatan. Ketimpangan pendapatan tecermin dari gini ratio DKI Jakarta yang sedikit memburuk, yakni dari 0,399 pada 2020 menjadi 0,409 pada 2021. ”Masalah ini memerlukan keseriusan karena ketimpangan pendapatan berkorelasi kuat dengan kesenjangan sosial yang dapat menciptakan kerawanan. Terutama di kota besar seperti Jakarta,’’ paparnya.
Suhajar juga mengapresiasi pencapaian DKI Jakarta yang berhasil menangani masalah stunting. DKI Jakarta berhasil menempati urutan kedua tingkat nasional dengan tingkat stunting terendah kedua setelah Bali.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan, DKI terus menyongsong kembalinya perekonomian. Salah satunya, melaksanakan Jakarta E-Prix 2022 di Ancol. ”Alhamdulillah berlangsung dengan sukses dan membawa nama baik Jakarta ke seantero dunia. Begitu juga Jakarta Fair di Kemayoran,’’ katanya.
Anies juga menyampaikan bahwa program-program di Jakarta akan terus berlanjut. ”Program itu tidak berhenti Oktober. Selama Jakarta ada, maka program ada. Kalau program dan kegiatan ada, terus akan ada tantangan baru, ada kebutuhan baru sehingga selalu muncul program baru dan akan selalu muncul inovasi baru. Ini bagian dari keberlanjutan pembangunan kota,’’ paparnya.
Di lokasi yang sama, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menuturkan, rapat paripurna dalam rangka memperingati Jakarta Hajatan Ke-495 itu merupakan yang terakhir untuk Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria pada masa jabatan 2017–2022. ”Terkait dengan hal tersebut, di sisa masa tugas yang masih ada, kami mengharapkan kiranya gubernur dan wakil gubernur tetap mempertahankan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Dan, tetap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,’’ katanya. (wyu/mmr)










